Posisi cadangan devisa Indonesia per 30 Mei sebesar US$ 57,464 miliar, atau turun dibandingkan cadangan devisa per akhir April yang sebesar US$ 58,770 miliar.
"Cadangan devisa kita memang turun menjadi 57,5 miliar, sebelumnya lebih dari itu karena ada kewajiban yang harus dipenuhi pemerintah yaitu pembayaran utang," jelas Deputi Gubernur BI Budi Mulya dalam konferensi pers di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (5/6/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Neraca Pembayaran Indonesia
Sementara untuk Neraca Pembayaran Indonesia (NPI), BI memperkirakan akan mencatat kinerja yang baik terutama disumbang oleh neraca transaksi berjalan. Surplus transaksi berjalan triwulan II-2008 diperkirakan tetap tinggi mencapai US$ 2,6 miliar atau 2,3% dari PDB.
Untuk keseluruhan tahun 2008, BI memperkirakan NPI bisa lebih baik dari perkiraan semula. Faktor tingginya harga komoditas internasional masih mendukung kinerja ekspor.
"Masih kuatnya kinerja NPI mengindikasikan bahwa perekonomian kita memiliki ketahanan dan selanjutnya akan berdampak positif terhadap kestabilan nilai tukar rupiah," katanya.
(qom/ddn)










































