Albaraka Investasi US$ 5 Miliar di Indonesia

Albaraka Investasi US$ 5 Miliar di Indonesia

- detikFinance
Jumat, 06 Jun 2008 08:01 WIB
Albaraka Investasi US$ 5 Miliar di Indonesia
Jakarta - Grup perbankan Islam asal Bahrain, Albaraka Banking Group BSC, berencana menanamkan investasi sebesar US$ 5 miliar di Indonesia.

"Investasi yang kami siapkan di Indonesia sebesar US$ 5 miliar," ujar Presiden dan Pimpinan Eksekutif Albaraka, Adnan Ahmed Yousif, usai peluncuran pembukaan kantor cabang di Hotel Mulia, Jl Asia Afrika, Jakarta, Kamis Malam (5/6/2008).

Albaraka baru saja mengumumkan pembukaan kantor cabangnya di Jakarta, setelah menerima persetujuan resmi dari Bank Indonesia (BI).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Albaraka saat ini sedang berkembang dan sedang berencana menambah jaringan usaha ke wilayah-wilayah yang strategis," ujar Ahmed.

Ia mengungkapkan, Indonesia sebagai negara Islam terbesar sangat memiliki hubungan yang kuat dengan Arab dan dunia Islam.

"Faktor-faktor tersebut memberikan dorongan bagi kebanyakan lembaga keuangan Islam untuk membuka kantor cabang di Indonesia," ulas Ahmed.

Investasi yang disiapkan oleh Albaraka sebagai tahap awal investasi di Indonesia sebesar US$ 5 miliar.

"Angka tersebut bisa masuk di trading investment, pembiayaan syariah, bahkan tidak menutup kemungkinan mengakuisisi bank," papar Ahmed.

Sebagai tahap awal, dalam acara tersebut Albaraka juga menandatangani MoU dengan Bosowa Corporation. Kerjasama tersebut terkait rencana pembiayaan berbagai proyek Bosowa yang sedang berjalan.

"Albaraka tertarik mengucurkan pendanaan ke sektor infrastruktur. Kerjasama ini terkait kebutuhan pendanaan proyek-proyek kami yang sedang carry over," ujar Direktur Utama Bosowa, Erwin Aksa.

Sayangnya, Erwin belum dapat mengungkapkan nilai kerjasama yang akan dilakukan dengan Albaraka.

"Nilainya akan sangat tergantung pada feasibility nanti. Tapi saya kira dana dari Timur Tengah itu kuat dan mereka siap masuk dalam jumlah besar," papar Erwin.

Proyek-proyek yang sedang dikerjakan oleh Bosowa antara lain pembangunan dua power plant di Sumatera dan Jawa. Nilainya kira-kira US$ 250 juta. (dro/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads