Demikian disampaikan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia Hartadi A. Sarwono dalam acara Lokakarya Wartawan Bidang Ekonomi dan Moneter, "Kebijakan dan Operasional Pengelolaan Moneter, di Hotel Santika, Yogyakarta, Jumat (6/6/2008).
"Dalam RDG kemarin untuk 2009 kalau semua lancar, 2009 itu inflasi 6,5%-7,5%% lebih realistis," ujar Hartadi
Menurutnya dalam rapat kerja dengan komisi XI beberapa waktu lalu, BI meyampaikan perkiraan inflasi dikisaran 6,5% plus minus 1.
"Walaupun kemarin dalam rapat kerja di DPR dikatakan inflasi 2009 dikisaran 6,5% plus minus satu. Memang ada baiknya kalau nanti pemerintah melakukan koreksi," jelasnya.
Menurutnya dampak BBM terhadap inflasi hanya sebagai shock sesaat yang akan kembali normal setahun kedepan. Maka untuk menekan inflasi yang tinggi itu diperlukan stabilitas suplai barang karena menentukan kenaikan harga. Bahkan selain itu masalah distribusi menjadi penting agar dilaksanakan dengan baik.
"Dampak kenaikan BBM hanya one shock adjusment price, yang harus di jaga dari BI adalah dari second round, karena ekspektasi inflasi," tambahnya.
(hen/qom)










































