Kritikan itu disampaikan dalam kesempatan rapat kerja komisi XI dengan jajaran BI, di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Senin (9/6/2008).
Gubernur Bank Indonesia Boediono banyak mendapat serangan pertanyaan bertubi-tubi dari anggota DPR RI. Termasuk mengenai efisiensi anggaran operasional kendaraan anggota dewan gubernur dan gubernur BI.
Β
Salah satu anggota DPR RI yang cukup tajam mempertanyakan itu adalah Melchias Markus Mekeng dari fraksi Golkar yang menyerukan agar para dewan gubenur BI bisa melakukan penghematan, salah satunya pada saat berkunjung ke DPR RI Senayan.
Β
"Masalah anggaran perjalananan untuk gubernur BI first class, seharusnya Gubernur BI memakai kelas bisnis, maka yang lainnya termasuk dewan gubernur akan mengikuti klas ekonomi. Kenapa tidak coba berangkat bersama menggunakan bus, jangan memakai mobil masing-masing apalagi memakai pengawalan mobil sirine," serunya.
Β
Ia juga meminta jajaran BI, untuk memakai bus untuk berkunjung ke DPR RI. Bahkan di luar hal tersebut, Melky panggilan akrab Melchias mengatakan bahwa dirinya dan beberapa teman DPR lainnya keberatan mengenai pencatatan nama anggota-anggota DPR yang diundang dalam acara BI.
Β
"Kalau kayak gini kita enggak mau diundang lagi dengan BI, dikira kita apa," keluhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Β
"Maksudnya masalah mobil yang mengiringi, saya bersedia bersama dengan dewan gubernur yang lainnya untuk satu mobil," jawabnya.
Β
Sedangkan anggota DPR RI dari fraksi PDI-P Ramson Siagian mengusulkan adanya panitia kerja untuk masalah defisit anggaran kebijakan dan anggaran operasional BI untuk dibahas lebih lanjut dalam sidang selanjutnya.
Β
"Mengenai pertanyaan Pak Ramson mengenai panja, kami siap saja kapan saja," ujar Boediono menanggapi permintaan tersebut.
Β (hen/qom)











































