Â
Demikian disampaikan oleh Ketua Komite Nasional Pemberdayaan Keuangan Mikro Indonesia (Komnas PKMI) B. S Kusmuljono dalam acara Lokakarya Nasional Memantapkan pola linkage bank-LKM dalam upaya percepatan penanggulangan kemiskinan melalui KUR mikro di gedung SME'sCo Promotion Center (SPC), Jakarta, Selasa (10/6/2008).
Â
"Bahwa dalam waktu beberapa bulan sampai Juni perkembangannya luar biasa. Pada pinjaman Rp 500 juta lalu hanya puluhan ribu nasabah saja, tapi KUR Mikro dibawah Rp 5 juta bisa mencapai 700 ribu nasabah, 95% ada di bawah 5 juta yang sudah siap adalah kalangan usaha mikro," ujarnya.
Untuk itu ia meminta dilakukan percepatan penyaluran KUR mikro dengan tetap memperhatikan aspek keamanan. Ia juga mengharapkan adanya kemungkinan tambahan dana bagi lembaga penjamin Askrindo dan SPU.
Â
"Dana ini lebih aman diberikan kepada KUR, dibandingkan dari konglomerat. NPL-nya nya tidak sampai 2% sedangkan pengusaha besar bisa mencapai 10%," jelasnya.
Â
Pemerintah sejak Februari 2008 telah menyalurkan KUR mikro dibawah Rp 5 juta melalui enam bank diantaranya BRI, Bank Mandiri, Bank BNI, BSM, Bank Bukopin dan Bank BTN, sedangkan sebagai lembaga penjamin adalah PT Askrindo dan Sarana Pengembangan Usaha (SPU) yang memberikan jaminan 70%.
Â
Data BPS tahun 2007 menunjukan usaha menengah-mikro mencapai 44,6 juta unit usaha atau 91,26% dari total unit usaha di Indonesia. Kelompok ini juga memberikan kontribusi PDB mencapai 1.778 triliun atau 53,3% dengan total investasi sebanyak Rp 369,8 triliun.
Â
Selain itu, dari jumlah 93,4 juta angkatan kerja di Indonesia diantaranya terdapat 42,5 juta yang bekerja di sektor ini, termasuk 24,3 juta adalah unit usaha mikro.
Â
Akses unit-unit usaha tersebut umumnya sulit untuk mengkses perbankan, hanya beberapa persen yang dilayani oleh bank umum yang mencapai 9% dan 3% diantaranya dilayani BPR.
Â
(hen/qom)











































