"Soal bunga yang dikenakan 24% oleh LKM memang itu ada biaya ekstra ya, tapi itu masih lebih murah, kita liat situasinya. Untuk kelompok itu yang di pedalaman tentu murah karena ada biaya untuk mencapainya," ujar Gubernur Bank Indonesia Boediono.
Hal itu diungkapkan Boediono saat mendampingi Presiden SBY pembukaan Lokakarya Nasional 'Memantapkan pola linkage bank-LKM dalam upaya percepatan penanggulangan kemiskinan melalui KUR mikro' di gedung SME'sCo Promotion Center (SPC), Jakarta, Selasa (10/6/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenai usulan agar BI mengerem target kredit yang dinilai terlalu tinggi karena berisiko menciptakan NPL yang naik, Boediono mengatakan sekarang ini BI lebih melihat dan menjaga aspek kualitas dari kredit perbankan disamping dari kuantitasnya. "Komite kebijakan terdiri beberapa menteri untuk menjaga kualitas tidak hanya kuantitas kredit," ujarnya.
Sementara itu Deputi Gubernur BI Budi Rochadi, mengatakan bahwa upaya memperluas layanan merupakan langkah yang baik dan tepat namun aspek kehati-hatian tetap perlu diperhatikan.
"Policy BI gak masalah memperluas layanan ini sangat penting, karena kredit selama ini belum bisa disalurkan supaya lancar. Dari BI sendiri agar bank menjaga benar supaya peran yang cepat dan bagus tidak meningalkan aspek prudence-nya," ujar Ahmad.
Penyaluran KUR tahun 2008 ini ditargetkan bisa merambah 1,5 juta nasabah dengan total pemberian kredit mencapai Rp 14 triliun. Bahkan Presiden SBY mengharapkan tahun ini target tersebut bisa dilampaui hingga 2 juta nasabah.
Hingga bulan Juni 2008 KUR mikro telah terserap Rp 7 triliun dengan total nasabah mencapai 700.000, hampir 90% lebih dikucurkan untuk plafon Rp 1 juta hingga Rp 5 juta. (hen/ir)











































