BRI belum menaikkan bunganya karena pengusaha masih terkena dampak kenaikan BBM pada akhir Mei lalu.
"Kita masih melihat kondisi pasar, tampaknya sampai bulan depan takkan menaikkan lending rate," ujar Dirut BRI Sofyan Basir di sela-sela rakernas Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (Asparindo ) di Hotel Aryaduta, Jalan Prapatan, Jakarta, Selasa (17/6/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Sofyan, kenaikan BI Rate yang menimbulkan spread baru dengan suku bunga BRI dapat diatasi dengan efisiensi yang dilakukan oleh BRI
"Bisa kita cover dengan efisiensi sehingga bisa dipertahankan dengan spread yang ada," ujarnya.
Saat ini suku bunga pinjaman untuk untuk pedagang kecil mencapai antara 16-24 persen, saat ini BRI sedang memprioritaskan penyaluran kredit untuk pedagang pasar.
Untuk penyaluran kredit usaha rakyat (KUR), pada periode Januari-Juni 2008 ini sudah mencapai Rp 4,6 triliun hingga Rp 4,8 triliun dengan jumlah debitor sebanyak 720.000 debitor.
(ddn/qom)











































