Untuk obligasi yang akan jatuh tempo di 2014 pemerintah menjual US$ 300 juta dengan yield sebesar 6,694 persen atau 302,7 basis poin di atas obligasi pemerintah AS dengan harga di atas par yakni 100,25.
Untuk obligasi yang jatuh tempo di 2018 dilepas seharga US$ 900 juta dengan yield 7,278 persen atau 306,1 basis poin di atas obligasi AS (US Treasury) dengan harga 97,75.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketiga obligasi ini sudah dikeluarkan pemerintah sebelumnya. Seperti dikutip Reuters, Rabu (18/6/2008, semula diperkirakan pemerintah akan menerbitkan hingga US$ 1,5 miliar, namun permintaan pasar melambung sampai US$ 6 miliar, sehingga pemerintah menaikkan obligasi yang akan dilepas ke pasar internasional.
Saat ini kupon 3 obligasi itu berada di 6,75 persen, 6,875 persen dan 7,75 persen masing-masing untuk obligasi yang jatuh tempo pada 2014, 2018 dan 2038.
Pemerintah menunjuk lead managers Credit Suisse, Deutsche Bank dan Lehman Brothers dalam lelang reopening obligasi dolar ini. Indonesia dalam penerbitan obligasi global kali ini diberi peringkat BB- oleh Standard & Poor's, peringkat Ba3 oleh Moody's Investors Service dan BB oleh Fitch Ratings.
Pemerintah akan menggunakan dana penerbitan obligasi untuk pembiayaan anggaran.
Sebelumnya pada 17 Januari pemerintah melepas obligasi global sebanyak 2 seri yakni INDO-18 dan INDO-38 senilai US$ 2 miliar.
(ddn/ir)











































