Dengan merangkul perusahaan-perusahaan tersebut, Bank Mandiri mengharapkan bisa menambah jaringan dan nasabah Bank Mandiri.
Demikian dikatakan oleh Direktur Bidang Bank Komersial Bank Mandiri Zulkifli Zaini usai acara perjanjian kerjasama antara Bumi Asih Jaya dengan Bank Mandiri di Plaza Mandiri, Jakarta (18/6/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakannya jumlah perusahaan yang memakai fasilitas cash management Bank Mandiri dari tahun ke tahun terus bertambah.
Sejak dimulai tahun 2006, Bank Mandiri berhasil merangkul 600 perusahaan yang memakai cash management system Bank Mandiri. Sedangkan pada tahun 2007 telah mencapai 2000 perusahaan. " Sampai April saja sudah ada 3.000 perusahaan," tambahnya.
Pada hari ini Bank Mandiri melakukan kerjasama dengan perusahaan asuransi Bumi Asih Jaya (BAJ) dalam hal cash management.
"Diharapkan pengelolaan keuangan Bumi Asih Jaya lebih baik karena menghubungkan kantor-kantor cabang kita dengan mereka. Kalau mereka memakai cash management harapkan menambah transaksi di kantor-kantor cabang kita," ujarnya.
Hingga kini BAJ memiliki kurang lebih 200 ribu peserta, sehingga kata Zulkifli hal ini bisa menjadi sinergi dalam penambahan jumlah nasabah Bank Mandiri. "Kemungkinan akan ada tambahan 200 ribu nasabah Bank Mandiri," tambahnya.
Ia mengatakan selama ini penerapan cash management menyangkut beberapa perusahaan termasuk dalam katagori komersial banking dan korporat banking termasuk untuk perusahaan menengah dan perusahaan besar.
Bagi perusahaan yang memakai cash management diharapkan bisa mengefesiensikan dan mengefektifkan proses keuangannya terutama bagi perusahaan yang telah punya jaringan yang luas dengan menerapkan sistem IT yang dipakai oleh bank bersangkutan.
Dirut BAJ Rudolf AS Sinaga mengatakan dengan jumlah cabang sebanyak 958 di seluruh indonesia, Bank Mandiri memiliki teknologi informasi yang tidak diragukan.
BAJ lanjut Rudolf memiliki beberapa rekening yang tersebar di beberapa bank lokal. "Hingga 31 Desember 2007 total aset kami mencapai 717 miliar dengan jumlah portofolio peserta aktif 2 juta polis dengan pendapatan premi Rp 432 miliar," ujarnya.
(hen/ddn)











































