Bank Mandiri Targetkan Kredit Lunak Rp 80 Miliar

Bank Mandiri Targetkan Kredit Lunak Rp 80 Miliar

- detikFinance
Rabu, 18 Jun 2008 19:01 WIB
Bank Mandiri Targetkan Kredit Lunak Rp 80 Miliar
Jakarta - Bank Mandiri menargetkan penyaluran kredit lunak sebesar Rp 80 miliar tahun ini. Bank Mandiri juga tidak mau ketinggalan dengan bank lain di segmen ini.

Untuk mencapai target itu Bank Mandiri melakukan program kemitraan dengan perusahaan lain yang memiliki binaan dengan memberikan kredit rendah sebesar 6%.

Demikian dikatakan oleh Direktur Mikro dan Retail Banking Bank Mandiri Budi G Sadikin usai acara penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerjasama penyaluran program kemitraan Bank Mandiri, Jakarta, Rabu (18/6/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tahun ini kita sih inginnya Rp 80 miliar, tapi karena datang yang baru-baru ini kita akan tetap dengan skala yang kecil tetapi dengan skim yang lebih besar. Caranya adalah bekerja sama dengan mitra dari pada harus cari satu-satu dengan bunga 6% dengan khusus petani tebu 7%," ujarnya.

Budi juga tidak terlalu kuatir terhadap mulai masuknya kalangan perbankan lainnya mengincarkan segmen UMKM. Justru ia menuturkan dengan semakin banyaknya pemain baru kalangan UMKM akan lebih banyak tergarap lagi mengingat tingkat akses sektor ini ke perbankan masih rendah.

"Strategi kita memakai jaringan di lingkungan cabang kita yang tentunya banyak yah. Sekarang ini UKM itu 40 juta, BRI saja yang paling besar saja baru pegang 3 juta. Kalau 10 saja yang masuk masih cukup," kilahnya.

Dikatakannya hingga sekarang hingga Mei 2008 tingkat penyaluran kredit mikro Bank Mandiri mencapai Rp 1,9 triliun (di luar KUR) sedangkan total untuk UMKM mencapai Rp 20 triliun per Desember 2007.

"Target kita naik 20% jadi setiap bulannya bisa tumbuh 1,5% sehingga kalau Mei kita perkirakan hampir 8% tumbuh dari Rp 20 triliun," paparnya.

Mengenai permintaan kredit untuk segmen ini, ia menuturkan permintaannya cukup tinggi mencapai Rp 120 miliar lebih per bulan, atau lebih besar dari tahun lalu yang hanya Rp 100 miliar per bulan. Bahkan tingkat NPL khusus untuk mikro terbilang baik yaitu mencapai di bawah 4%.

"Semakin banyak bank yang masuk ke sektor UMKM maka itu bagus karena masih banyak yang dibiayai. Biar saja masuk," serunya.
(hen/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads