Hal itu diungkapkan Ketua Umum Asbanda Winny E Hassan usai menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (19/6/2008).
"Jadi kalau pertumbuhan secara umum sekarang itu sekitar 30 persen, mungkin menjadi 20 sampai 25 persen," kata Winny yang juga Dirut Bank DKI itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Winny menyebutkan, rata-rata non performing loan (NPL) BPD selama ini memang lebih rendah dari bank-bank nasional karena banyak melibatkan APBD sebagai captive market. NPL rata-rata 26 BPD sampai Maret 2008 sebesar 1,89 persen,Β lebih rendah di bawah patokan NPL nasional sebesar 5 persen.
"Rendah karena saat ini captive market yang sangat amanlah. Tetapi kita juga mewaspadai karena kemarin kebetulan ada arahan Gubernur BI yang minta sangat berhati-hati terhadap kemungkinan peningkatan NPL," kata Winny yang didampingi 25 Dirut BPD lainnya.
Dalam laporan Asbanda ke Wapres, disebutkan total aset 26 BPD per Maret 2008 mencapai Rp 168,5 triliun, kredit Rp 75,23 triliun, dana pihak ketiga yang disalurkan Rp 141,28 triliun, laba Rp 1,6 triliun, dan NPL 1,89 persen.
Dalam kesempatan itu, Asbanda juga menyampaikan komitmen 26 BPD melakukan good corporate governance seperti dituangkan dalam Deklarasi Yogyakarta pada 9 Juni 2008 lalu di hadapan Wapres.
(aba/qom)











































