Demikian dikatakan oleh Senior Vice President Bank Mandiri Handayani dalam acara penandatanganan kerjasama PT Sun Life Financial Indonesia dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, di Hotel Four Seasons, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Kamis (19/6/2008).
"Fee based income kita tahun bisa mencapai Rp 400 miliar target untuk kartu kredit, bila dibandingkan dengan tahun lalu untuk fee based tahun ini bisa naik 60%," katanya.
Ia menuturkan hingga triwulan pertama tahun ini fee based Bank Mandiri dari kartu kredit telah mencapai Rp 100 miliar.
"Bisnis kartu kredit terus tumbuh terutama untuk anak muda yang kecenderungan banyak yang kaya, terutama yang memiliki penghasilan lebih tiga kali dari UMR, bahkan permintaan kartu kredit untuk di luar Jawa juga sudah banyak," paparnya.
Dikatakannya selama ini saluran-saluran perolehan fee based kartu kredit bermacam-macam terutama diperoleh dari frekuensi transaksi penggunaan karti kredit.
Untuk bisa meningkatkan pendapatan dari fee based, tahun ini juga Bank Mandiri menargetkan menerbitkan hingga 2,2 juta kartu kredit dengan jumlah sekarang ini disekitar angka 1,4 juta yang berada di market.
"Total persebaran kartu kredit di Indonesia tahun lalu mencapai 9 juta kartu, dengan potensi yang ada sekitar 20 juta, tentunya dengan melihat perkembangan penduduk, industri tentunya akan bertambah," ujarnya.
Dari volume transaksi kartu kredit Bank Mandiri menargetkan hingga Rp 9 triliun pada tahun ini, sedangkan pada tahun 2007 lalu hanya mencapai Rp 5,6 triliun, hingga Maret 2008 hanya baru mencapai Rp 3 triliun.
"Dari hasil survei ternyata satu orang itu masih memegang tiga kartu kredit dengan bank yang berbeda, kita ingin nantinya satu cukup memegang bank saja," harapnya.
Hingga kini pemegang kartu kredit Bank Mandiri didominasi oleh jenis silver yang mencapai 54%, sedangkan gold mencapai 40% dan sisanya adalah pemegang titanium dan platinium.
(hen/ddn)











































