Wayan sebelumnya lama berkarir di Bank Rakyat Indonesia dan sebelum keluar dari BRI sekitar tahun 2006 jabatan terakhirnya adalah wakil direktur.
Pengangkatan Wayan dilakukan dalam RUPST dan RUPSLB Bank UOB Buana yang berlangsung di Hotel Shangri-la, Jakarta, Jumat (20/6/2008). Wayan diangkat bersamaan dengan dua komisaris independen lainnya Adikelana Adiwoso dan Hendrawan Tranggana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan susunan direksi perseroan untuk masa jabatan hingga 2010 adalah Dirut Armand Bachtiar Arief, Wadirut Wang Lian Khee, Direktur anatara lain Aris Janasutanta Sutirto, Eddy Muljanto, Pardi Kendy, Safrullah Hadi Saleh, Ishak Sumarno, Hsu Francis, Gong Seng Huat, Madi Darmadi
Lazuardi, Soehadie Tansol.
RUPST juga setuju atas rencana pelunasan obligasi subordinasi sebesar Rp 282 miliar pada bulan Juni 2009. Pemegang saham juga menyetujui tidak ada dividen dan penggunaan laba bersih tahun 2007 setelah dikurangi cadangan umum dibukukan sebagai laba ditahan.
Hingga 31 Desember 2007 PT Bank UOB Buana Tbk berhasil membukukan laba bersih hingga Rp 420,30 miliar atau meningkat sebesar 11 miliar dibandingkan dengan laba bersih tahun 2006, hal ini dikontribusi oleh pertumbuhan kredit sebesar 22% dan peningkatan pendapatan operasional hingga 15%.
RUPBS juga menyetujui perubahan anggaran dasar perseroan disesuaikan dengan UU No 40 tahun 2007 mengenai PT. Diantaranya, pertama, pemegang saham independen menyetujui ratifikasi atas penutupan asuransi dengan United Overseas Insurance Limited. Kedua, kerjasama outsourcing operasi TI untuk aplikasi kartu kredit dan tresuri dengan UOB serta pembayaran biaya pengembangan dan peningkatan kemampuan aplikasi TI yang disediakan oleh UOB.
Pemegan saham independen juga memberikan persetujuan atas biaya tarif recurring untuk pemerosesan transaksi kartu kredit dan treasuri, tarif biaya pengembangan dan peningkatan IT untuk 4 proyek IT yang disediakan oleh UOB.
(ir/ddn)











































