BI Terjun ke Sektor Riil Lewat TFPED

BI Terjun ke Sektor Riil Lewat TFPED

- detikFinance
Sabtu, 21 Jun 2008 11:17 WIB
BI Terjun ke Sektor Riil Lewat TFPED
Banjarmasin - Bank Indonesia (BI) memang bertugas menangani kebijakan moneter dan perbankan di Indonesia seperti menjaga nilai tukar, suku bunga dan inflasi. Saat ini BI ingin bergerak dan berkontribusi lebih dalam mendorong perekonomian secara riil di Indonesia khususnya di daerah-daerah agar pertumbuhan ekonomi dapat terasa merata ke seluruh lapisan masyarakat.
 
Salah satu bentuk upaya BI tersebut adalah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah Kalimantan Selatan dimana Kantor Koordinator Bank Indonesia (KKBI) pada tahun ini melakukan program pengembangan ekonomi kerakyatan melalui pembentukan Tim Fasilitasi Percepatan Ekonomi Daerah (TFPED).
 
Bentuk kegiatannya pertama adalah pemberdayaan sektor pariwisata di kota Banjarmasin. Pemimpin KKBI Banjarmasin Bramudija Hadinoto mengatakan sektor pariwisata di daerah tersebut memiliki potensi besar untuk mendorong kegiatan ekonomi.
 
"Banyak sektor yang bisa digarap untuk dijadikan objek wisata, seperti perbaikan dermaga keberangkatan, perbaikan jembatan gantung, perbaikan klotok (perahu motor untuk objek wisata sungai), serta barang-barang kerajinan rakyat," tuturnya saat ditemui di Banjarmasin, Kalsel, Jumat (20/6/2008).
 
Untuk kegiatan yang dilakukan itu, KKBI mendapat dukungan dari Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Kalimantan Selatan.
 
Kegiatannya antara lain, pembuatan peta wisata di Kalimantan Selatan, perbaikan jembatan gantung, lomba jukung (perahu) pasar terapung dan perbaikan lapangan golf.
 
Di tempat yang sama, Deputi Gubernur BI Siti Fadjrijah mengatakan untuk di Kalimantan Selatan sejak dulu BI sebenarnya sudah punya andil dalam mendorong perekonomian rakyat.
 
"BI dulu membantu dalam pengadaan mesin pengasah perhiasan di Martapura, dan sampai sekarang kerajinan perhiasan Martapura sangat maju," tuturnya.
 
Fadjrijah mengatakan BI akan lebih mendorong lagi upayanya dalam mendorong perekonomian di Kalimantan Selatan dengan banyaknya sektor yang bisa dijadikan sumber perekonomian.
 
"Selain itu BI juga akan membuat program kluster jeruk dimana jeruk menjadi salah satu komoditas unggulan di Kabupaten Barito Kuala Kalimantan Selatan," ujar Bramudija.
 
Untuk kluster jeruk ini Bramudija menuturkan akan melibatkan 569 petani UMKM jeruk di wilayah sekitar, yang nantinya diharapkan dapat meningkatkan produksi jeruk, perbaikan kualitas jeruk dan pemrosesan serta pengemasan.
 
"Yang ujungnya meningkatkan kesejahteraan petani dan memberikan multiplier efek di kabupaten tersebut khususnya dalam penyerapan tenaga kerja baru," tuturnya.
 
BI sendiri mencatatkan sub sektor pariwisata merupakan bagian dari sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran pada (PHR) triwulan I-2008 memiliki kontribusi terbesar kedua setelah pertambangan yaitu 0,7 persen dari pertumbuhan ekonomi sebesar 4,32 persen.
 
Dari sisi ini, pembiayaan perbankan untuk sektor itu sebesar Rp 2,4 triliun atau 25,21 persen dari total pembiayaan perbankan yang sebesar Rp 9,6 triliun.

(dnl/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads