"BI berencana secara bertahap mengetatkan sedikit moneternya, pak Boediono (Gubernur BI) akan sampaikan bahwa itu kemungkinan ada sedikit implikasi pada APBN dan perekonomian," kata Menko Perekonomian yang juga Menkeu Sri Mulyani.
Ia menyampaikan hal itu usai serah terima jabatan di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (24/6/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kesejahteraan rakyat makin baik dan itu dijaga dengan tingkat harga yang tidak melonjak terlalu tinggi. Jadi inflasi dijaga pada tingkat yang cukup rendah," jelas Sri Mulyani.
Tujuan tersebut, menurut Sri Mulyani, bisa dilakukan bersama dengan pembagian fungsi dan tugas diantara pemerintah dan BI yang berbeda. Pemerintah dan BI akan terus melanjutkan pertemuan bulanan rutin yang sudah dirintis semenjak era Gubernur BI dijabat Burhanuddin Abdullah.
Dengan pertemuan rutin tersebut, diharapkan kedua instansi itu bisa menemukan adanya potensi masalah dan bagaimana cara menyelesaikannya. Misalnya saja adalah masalah tingginya inflasi yang bisa memberikan ancaman bagi perekonomian.
Menurut Sri Mulyani, Boediono telah menyampaikan bahwa kebijakan moneter ketat yang secara bertahap akan ditempuh BI kemungkinan akan memberikan implikasi kepada APBN dan perekonomian.
(qom/ir)










































