Hati-hati, Asuransi Umum Bakal Berguguran

Hati-hati, Asuransi Umum Bakal Berguguran

- detikFinance
Selasa, 24 Jun 2008 19:01 WIB
Jakarta - Perusahaan asuransi diperkirakan akan makin banyak berguguran beberapa tahun kedepan terutama di dominasi oleh perusahaan asuransi umum.

Banyaknya perusahaan asuransi yang tutup ini tidak terlepas dari faktor regulasi pemerintah dan faktor penetrasi pasar dari perusahaan-perusahaan tersebut.
 
Demikian dikatakan Pengamat Asuransi Umum Alberto Hanani dalam acara konferensi pers hasil 126 asuransi rating InfoBank, di Hotel Sahid Jaya, Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa (24/6/2008).
 
"Akan ada 17 yang akan hilang, bahkan sampai 25 perusahaan, untuk 3 sampai 4 tahun kedepan ini untuk perusahaan asuransi umum," imbuhnya.
 
Alberto menguraikan setidaknya ada tiga hal yang menjadi permalahan yang dihadapi oleh perusahaan asuransi umum yaitu pertama masalah marketing yang dinilai kurang melakukan terobosan dan kurang melakukan penetrasi pasar.

"Untuk yang satu ini perusahaan asuransi umum bisa kursus dari perusahaan asuransi jiwa," serunya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selama ini, ia melihat kemampuan perusahaan asuransi jiwa dalam melakukan penetrasi pasar lebih canggih dibandingkan dengan asuransi umum.
 
Kedua, adalah faktor konsolidasi, yang dilakukan oleh perusahaan asuransi umum yang dinilai tidak tidak mudah, dan yang terakhir adalah faktor daya tahan kalangan asuransi umum terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kondisi termasuk regulasi.
 
"Asuransi umum sulit sekali marketingnya, penataan agensi sangat penting sekali, tetapi yang ada hanya broker, sedangkan agensi itu hanya perusahaan yang baik," tambahnya.

Ia memperkirakan kenaikan tingkat premi pada asuransi umum pada tahun ini hanya mencapai 12% hingga 15%, sedangkan untuk asuransi jiwa akan mencapai lebih tinggi yaiti 50%.
 
Sementara itu, Direktur Biro Riset Infobank Eko B. Supriyanto menambahkan perkembangan asuransi jiwa akan lebih baik dibandingkan dengan asuransi umum untuk beberapa tahun kedepan.
 
"Asuransi jiwa pertumbuhan premi relatif cepat karena ditopang oleh unit link dari pertumbuhan modal sehingga rasionya semakin membesar," katanya.
 
Meskipun begitu, asuransi jiwa bukan berarti tidak punya kendala, ia merinci dengan adanya kenaikan inflasi hingga akhir tahun yang mencapai 12% sampai 13%, maka suku bunga perbankan bisa mencapai 17% sampai 18% dengan asumsi BI bisa mencapai 13%.
 
"Dengan kondisi seperti maka berdampak dengan suku bunga deposito, maka tentunya orang akan beralih ke instrumen deposito," kilahnya.
 
Untuk itu ia memiliki skenario-skenario musim gugur dari perusahaan-perusahaan asuransi, jika asumsi pertumbuhan plus minus 20% tidak tercapai.
 
Maka di tahun 2008 ini akan ada 47 perusahaan asuransi yang akan gugur diantaranya 11 perusahaan asuransi jiwa dan 36 perusahaan asuransi umum tahun, sedangkan 79 perusahaan lainnya akan tetap bertahan.
 
"Tahun 2009 akan parah kalau tidak melakukan apa-apa ada 55 perusahaan asuransi yang gugur, caranya bisa melakukan merger atau akuisisi," kiranya.

Tahun 2009 diperkirakan ada 71 perusahaan asuransi akan lolos, sedangkan selebihnya yang berjumlah 55 perusahaan yang terdiri dari 13 perusahaan asuransi jiwa dan 42 perusahaan asuransi umum akan tersingkir dari kancah dunia asuransi di Indonesia.
 
"Di asuransi umum akan terjadi kritalisasi saya tidak melihat ada perbaikan, kalau jiwa lebih pada persaiangan untuk penjualan polis saja. Secara umum pertumbuhan asuransi dibanding 2007 lebih bagus, sedangkan umum akan sulit pada tahun ini dibanding jiwa. Untuk umum harus menambah modalnya," kiranya.
 
Berdasarkan PP No 39 tahun 2008 perusahaan asuransi harus memenuhi modal minimal sebesar Rp 40 miliar pada tahun 2008, Rp 70 miliar pada tahun 2009 dan Rp 100 miliar pada tahun 2010.
(hen/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads