"Dubai dan Kuwait berencana mengucurkan dana sebesar US$ 300 juta ke ALIF. Dana tersebut untuk penggarapan proyek di sektor telekomunikasi dan jalan tol," ungkap Presiden Direktur ALIF, Herbudhi S Tomo saat dihubungi detikFinance, Jumat (27/6/2008).
Namun Tomo mengatakan realisasi penggarapan proyek tersebut masih dalam tahap awal, sehingga belum dapat diungkapkan perusahaan mana di Indonesia yang akan diajak kerjasama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tomo mengatakan bahwa bentuk kucuran dana tersebut akan masuk dalam ekuitas ALIF, bukan dalam bentuk pembiayaan pinjaman syariah.
"Jadi ini bukan pinjaman, tapi equity financing," jelas Tomo.
Menurut rumor yang beredar, kabarnya kucuran dana dari Timur Tengah tersebut terkait adanya tender penjualan 7.200 menara telekomunikasi PT Excelcomindo Pratama Tbk (EXCL).
Namun ketika dikonfirmasi mengenai hal ini, Tomo membantah kabar tersebut.
"Nggak kok, ini nggak ada kaitannya dengan penjualan menara EXCL. Dana dari Timur Tengah ini masih dalam tahap awal kok, belum sampai ke pembicaraan dengan perusahaan telekomunikasi disini," bantah Tomo. (dro/ir)










































