Hal ini dikatakan oleh Dirjen Pengelolaan Utang Rahmat Waluyanto ketika ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (27/6/2008).
"Penahanan suku bunga oleh The Fed yang penting bukan apakah mempertahankan, menaikkan atau menurunkan, yang penting adalah konsistensi sesuai dengan ekpektasi pasar jadi tidak akan menimbulkan gejolak," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rahmat mengatakan pasar saat ini melihat ekspektasi inflasi di AS meningkat karena harga minyak, yang menyebabkan ekspektasi suku bunga sangat menjadi penentu.
Dia juga melihat tekanan-tekanan ekonomi ke depan akan mulai menurun, karena diperkirakan dampak krisis subprime mortgage selesai di akhir tahun ini.
"Prospek pasar SUN tahun depan akan lebih baik dengan perkiraan membaiknya harga minyak dan selesainya dampak lanjutan krisis subprime di akhir tahun ini," katanya. (dnl/ir)
