Bank Artha Graha Incar Kredit Pertanian

Bank Artha Graha Incar Kredit Pertanian

- detikFinance
Senin, 30 Jun 2008 13:50 WIB
Bank Artha Graha Incar Kredit Pertanian
Jakarta - PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (INPC) akan memfokuskan pengucuran kredit untuk sektor pertanian. Langkah ini merupakan strategi dalam mendapatkan peluang dari booming sektor agribisnis sekarang ini.

Selain itu, untuk lebih mencengkramkan penetrasi pasar Bank Arta Graha akan membangun 3 kantor cabang baru yaitu di Pangkal Pinang, Pontianak dan Malang.

Demikian dikatakan oleh Direktur Utama PT Bank Artha Graha Internasional Tbk Andy Kasih usai acara RUPS di gedung Artha Graha, Jakarta, Senin (30/6/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk menambahkan permodalan dan upaya ekspansi tersebut Artha Graha berencana melakukan rights issue pada akhir tahun ini senilai Rp 250 miliar. Diantaranya diperuntukan untuk pengembangan usaha termasuk pembangunan 3 cabang baru untuk mendekatkan diwilayah-wilayah pertanian dan perkebunan.

"Ada rencana untuk rights issue diakhir tahun ini, besarnya berkisar Rp 150 miliar-Rp 250 miliar untuk pengembangan usaha kami diantara membangun tiga cabang di Pangkal Pinang, Pontianak dan Malang," katanya.

Sementar itu Sekretaris Perusahaan Bank Arta Graha Jimmy Lingga menambahkan dengan adanya penambahan modal tersebut fokus perseroan akan lebih kuat lagi untuk menggenjot sektor pertanian.

Sekarang ini, Bank Arta Graha mencoba memfokuskan pengembangan pola perkreditan padi hibrida dan perkebunan kelapan sawit. Walaupun kredit sektor pertambangan dan energi masih menjadi prioritas.

"Alokasi kredit dari manajemen diarahkan ke sektor agrobisbis, baru tahun ini saja kita melakukannya," jelasnya.

Untuk melancarkan ekspansi kreditnya di sektor pertanian khususnya untuk pengembangan padi hibrida Artha Graha mengembangkan pola kelompok tani sehingga pemberian kredit bisa lebih efektif.

"Di Indonesia, petani itu ini tidak ada yang punya satu hektar maka dibutuhkan kelompok. Selain itu masalah hibridia itu butuh air yang cukup sehingga dibutuhkan.penyalurannya melalui KUD. Di Kendari kita sedang menggarap ada 80 hektar," paparnya.

Dividen

Bank Artha Graha memutuskan tidak membagikan dividen untuk tahun baku 2007. Keputusan ini ditempuh setelah para pemegang saham dalam RUPS  menyetujui untuk idak membagikan dividen.

Selain itu, RUPS komposisi kursi komisaris tidak mengalami perubahan sedangkan untuk direksi mengalami perubahan yaitu posisi Direktur Utama.

"Untuk tahun buku 2007 kami tidak membagikan dividen, kita jadikan laba ditahan," ujar Andy.

Berikut susunan manajemen Artha Graha: Komisaris Utama Kiki Syahnakri, wakil  komut Tomy Winata, wakil komut Sugianto Kusuma, Komisaris Independen Suryani Puwita, Andry Siantar, Reggie Harjadi

Direktur Utama Andy Kasih, wakil Dirut B Wisnu Tjandra, wakil Dirut Henny A Nangoi. Direktur Alex Susanto, Cecilia Limas, R Rudy Tjandra.

Hingga bulan Maret 2008 Bank Arta mampu membukukan laba mencapai  Rp 14,1 miliar atau mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan Maret tahun lalu yang hanya Rp 9,3 miliar.

Dana pihak ketiga Bank Artha Graha lebih didominasi oleh deposito hampir 80% adalah deposito atau senilai Rp 7,58 triliun, sedangkan 12% dalam bentuk giro sebesar Rp 1,13 triliun, dan sisanya  8% adalah tabungan yang hanya Rp 778 miliar.

"Kita tahun ini menargetkan pertumbuhankredit hingga 15% saja, ini lebih kecil dibandingkan dengan pertumbuhan kredit sekarang yang mencapai 33%," ucap Sekretaris Perusahaan Jimmy Lingga.
  (hen/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads