BI Rate di Atas 10%, Bank Syariah Tiarap

BI Rate di Atas 10%, Bank Syariah Tiarap

- detikFinance
Rabu, 02 Jul 2008 13:31 WIB
BI Rate di Atas 10%, Bank Syariah Tiarap
Jakarta - Perkembangan bank syariah bakal ikut terhambat jika BI Rate naik hingga di atas 10%. Jika itu terjadi bank syariah harus siap-siap tiarap untuk ekspansinya.

"Kalau inflasi itu berdampak pada BI Rate di atas 10%, maka bank syariah akan tiarap lagi seperti tahun 2006," kata Presdir Karim Business Consulting Adiwarman Karim disela-sela acara seminar mengenai Reits dan Sukuk di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Rabu (2/7/2008)

Ia mengatakan ada dua alasan yang menyebabkan perkembangan bank syariah akan terhambat oleh kenaikan BI Rate. Mengingat apabila inflasi tinggi maka sektor bisnis akan terpengaruh sektor  konsumen yang akan turun, yang berdampak pada tingkat kemampuan pembayaran kredit kalangan dunia usaha.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kedua kalau BI Rate naik sampai 2 digit maka bunga LPS naik juga akibatnya bank syariah tidak bisa mengikuti, tidak kompetitif dari DPK akan berhenti, sedangkan secara aset NPL juga akan naik," kilahnya.

Apabila hal ini  terjadi maka kondisi tersebut akan mirip seperti tahun 2006, dimana BI Rate mencapai 12%.

"BI Rate bisa tetap naik, tetapi maksimal 9,5 % karena syariah masih punya margin 1,5%, tetapi kalau 10 % maka kecil," katanya.

Selain itu, ia mengharapkan perlu adanya antisipasi lainnya yaitu menekan penguatan rupiah terhadap dolar AS yaitu di level Rp 9.700 per dolar AS.

Karim mengingatkan, jika itu terjadi upaya konversi bank-bank syariah oleh bank konvensional menjadi hal yang tidak menarik ke depannya.

"Jadi di 2008 paling enggak ada 7 bank umum syariah, tahun 2008 menjadi top-topnya. Ada tiga bank  BRI, BNI, Bukopin, ada dua  yang udah beli bank kecil akan konversi di syariah target 2008 operasi, ada dua bank lagi yang sedang proses mau membeli bank kecil. Ada 1 lagi asing yang punya cabang di Indonesia yang menyatakan niatnya untuk mengkonversi keseluruhannya. Ada dua lagi bank asing yang akan meningkatkan statusnya," paparnya.

Hingga April 2008 aset bank-bank syariah telah mencapai Rp 40 triliun, sedangkan pada April 2007 hanyan mencapai Rp 30 triliun dengan tingkat NPL mencapai  4%. "Dari Juli hingga Desember tahun ini bisalah mencapai Rp 10 triliun," harapnya.

(hen/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads