Menurut data yang dikutip dari Bank Indonesia, Rabu (2/7/2008), angka tersebut berarti naik US$ 1,989 miliar atau sekitar Rp 18 triliun dibandingkan cadangan devisa per akhir Mei yang mencapai US$ 57,464 miliar.
Deputi Gubernur BI Budi Mulya sebelumnya menyatakan, penurunan cadangan devisa per akhir Mei lalu disebabkan karena adanya kewajiban pembayaran utang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(qom/ir)










































