Direktur Utama PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Kahlil Rowter menjelaskan, nilai penerbitan sukuk ini senilai 10% dari total obligasi yang diperkirakan terbit tahun ini.
"Kita perkirakan total obligasi tahun ini mencapai Rp 20 triliun, untuk sukuknya sekitar 10% atau Rp 2 triliun," katanya disela seminar mengenai sukuk di Wisma BCA, Jakarta, Rabu (2/7/2008).
Dalam paparannya, Kahlil menjelaskan, sukuk yang diterbitkan pada 2007 mencapai Rp 1,025 triliun atau sekitar 3,31% dari total obligasi.
Sementara hingga Juni 2008, total sukuk yang sudah diterbitkan dalam tahun 2008 mencapai Rp 970 miliar atau sekitar 8,81% dari total obligasi.
Menurutnya, potensi sukuk saat ini makin bagus karena semakin banyaknya permintaan. Terutama dari negara tetangga, Malaysia dan investor Timur Tengah.
Saat ini, Malaysia memang menjadi negara yang menerbitkan sukuk dengan porsi terbanyak, yaitu 84% dari total global obligasi syariah di dunia. Sementara porsi Indonesia hanya sekitar 1%.
Untuk dalam negeri Indonesia, penerbitan sukuk masih didominasi oleh sektor telekomunikasi sebesar 38,6%, perbankan 13,7%, kelistrikan 15%.
(lih/qom)










































