Pengamat ekonomi Faisal Basri menjelaskan, menaikkan suku bunga adalah satu-satunya cara yang paling efektif untuk menghadapi inflasi.
"Meski banyak orang yang bilang kalau menekan inflasi itu tidak harus dengan menaikkan suku bunga, tapi bagi saya, satu-satunya yang paling efektif adalah dengan menaikkan suku bunga. Yang lainnya tambahan," ujarnya ketika ditemui di Gedung Departemen Keuangan, Jakarta, Rabu (2/7/2008).
"Keterlaluan kalau nggak naik 25% basis poin, karena ini penting untuk confidence. Nggak akan besar kok dampaknya," katanya.
Ia menyayangkan BI baru menaikkan suku bunganya setelah kenaikan harga BBM. Menurut Faisal, harusnya BI sudah mengantisipasi ini sebelum harga BBM dinaikkan.
BI akan melaksanakan Rapat Dewan Gubernur pada Kamis, 3 Juli besok. Para analis memperkirakan BI akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin dari level saat ini 8,5%. Hal itu didasarkan angka inflasi Juni yang cukup tinggi hingga 2,46%, sementara secara year on year sudah mencapai 11,03%.
Menko Perekonomian Sri Mulyani sebelumnya menyatakan, BI akan melaksanakan kebijakan moneter ketat secara bertahap. BI juga menyatakan, kenaikan BI Rate kemungkinan tak bisa melebihi 25 basis poin karena otoritas moneter harus hati-hati.
(lih/qom)











































