Dirjen Pengelolaan Utang Depkeu Rahmat Waluyanto mengatakan gejolak ini sudah diperhitungkan. Karena itu, pemerintah masih yakin akan sukses dalam rencananya untuk penerbitan SUN di tahun ini.
"Kalau saya lihat, yield dan harga masih relatif stabil jadi belum kelihatan lonjakan yang signifikan dari yield, saya terus memantau tapi program penerbitan SUN jalan terus," ujarnya di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (3/7/2008).
Rahmat mengatakan kenaikkan inflasi dan suku bunga sudah diperhitungkan oleh pelaku pasar SUN.
"Di pasar SUN pelaku sudah mem-price in, karena ekspektasi inflasi orang memperkirakan inflasi akan naik karena harga minyak dan sebagainya yang akhirnya suku bunga akan naik. Jadi itu sudah diantisipasi pasar," katanya.
Pemerintah pun dalam anggarannya sudah mengantisipasi gejolak ini, untuk dapat terus meyakinkan pelaku pasar bahwa APBN masih kredibel.
"Jadi tidak ada masalah penerbitan akan terus berlanjut dengan berbagai instrumen, jadi tidak ada masalah kalau misalnya ada SUN yang harganya turun dan yield-nya naik kita bisa terbitkan SUN yang lain jadi kita masih optimistis dan investor asing masih tertarik dengan obligasi kita," tandasnya.
(dnl/qom)










































