Cadangan devisa Indonesia tertolong akibat kenaikan harga minyak dunia. Hingga akhir Juni 2008 tercatat devisa naik menjadi US$ 59,5 miliar. Padahal pada awal Juni lalu, cadangan devisa Indonesia berkurang akibat pembayaran utang.
Hal tersebut disampaikan Deputi Gubernur BI Hartadi A Sarwono dalam jumpa pers usar Rapat Dewan Gubernur BI, di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (3/7/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah pada pertengahan Juni lalu menerbitkan global bond senilai US$ 2,22 miliar. Hasil dari penerbitan itu disimpan di rekening BI.
Mengenai cadangan devisa sebesar itu, menurut Hartadi cukup untuk 5,1 bulan impor dan pembayaran utang pemerintah.
Sementara itu Gubernur BI Boediono mengatakan meski ekonomi masih tertekan berat akibat tingginya inflasi karena kenaikan BBM, ekonomi Indonesia diyakini tetap baik sampai akhir pemilu tahun depan.
"Hal ini terutama didorong oleh peningkatan konsumsi," ujarnya.
Pengalaman kenaikan BBM tahun 2005 menunjukkan, inflasi memang meningkat selama beberapa periode di 2008 ini akibat kenaikan BBM, namun di tahun depan inflasi akan kembali normal di kisaran 6,5-7,5 persen.
BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun ini masih ada di kisaran 6,0-6,2 persen. "Namun tentunya kita akan melihat masukan dari hasil BPS setiap bulannya," ujarnya.
(ddn/qom)











































