BI Rate Naik, Industri Pembiayaan Mobil Aman

BI Rate Naik, Industri Pembiayaan Mobil Aman

- detikFinance
Kamis, 03 Jul 2008 17:45 WIB
BI Rate Naik, Industri Pembiayaan Mobil Aman
Jakarta - Kenaikan BI Rate menjadi 8,75% diperkirakan tidak akan mempengaruhi industri pembiayaan mobil. Semua sudah diantisipasi.

"Ketika BI Rate naik 0,25% ke posisi 8,5% perbankan sudah antisipasi menaikkan suku bunganya sekitar 1,5-2%. Saya rasa perbankan tidak akan menaikkan lagi suku bunganya setelah BI Rate naik lagi hari ini. Jadi industri pembiayaan mobil tidak akan terpengaruh," ujar Presiden Direktur Astra Sedaya Finance (ASF), Benny Tjoeng saat dihubungi detikFinance, Kamis (3/7/2008).

Benny mengungkapkan, tingkat suku bunga kredit mobil ASF, anak usaha PT Astra International Tbk (ASII), saat ini berada dikisaran 7-8%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi waktu BI Rate naik ke 8,5%, perbankan menaikkan suku bunganya 1,5-2%. Ketika itu kami juga menaikkan suku bunga kredit mobil sebesar 1%. Sejauh ini, dampak kenaikan bunga kredit mobil tidak berpengaruh pada penjualan mobil kami," ujar Benny.

Oleh karena itu, Benny menyatakan optimis industri pembiayaan mobil tidak akan terpengaruh kenaikan BI Rate hari ini.

"Karena itu tadi, perbankan sudah antisipasi dengan menaikkan suku bunganya, begitu juga dengan kami sudah antisipasi dengan menaikkan bunga kredit kami. Jadi kenaikan BI Rate 0,25% sudah dicover kenaikan suku bunga yang lalu," jelas Benny.

Menurut Benny, hal itu dibuktikan dengan pencapaian pembiayaan ASF selama semester I 2008 mencapai target sebesar Rp 6,5 triliun, walaupun pada periode itu BI Rate naik 0,25% ke posisi 8,5%.

"Kami optimistis target pembiayaan mobil kami tahun ini yang sebesar Rp 12,5 triliun akan tercapai," ujar Benny.

Namun, ia tidak menutup kemungkinan adanya penurunan pembiayaan mobil jika perbankan kembali menaikkan suku bunga kreditnya.

"Sejauh ini sih belum ada pengaruhnya. Namun jika perbankan menaikkan lagi suku bunga kreditnya, tentu akan berpengaruh. Tapi saya rasa bunga kredit perbankan tidak akan naik lagi, karena sudah dicover," ujar Benny.

(dro/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads