Hal tersebut disampaikan Direktur Utama BNI Gatot S Suwondo ketika ditemui di gedung BNI, Jalan Sudirman, Jakarta, Minggu (6/7/2008).
"Kalau lihat global issue, Amerika ada subprime uang terkuras, dari subprime orang akan loss (rugi) uangnya kemana dia beli komoditi, komiditi minyak, minyak naik, yang untung sekarang uangnya ada Timteng, mereka juga ada masalah, uang datang terus (over liquid) ini harus di redam," ujarnya.
Menurut Gatot, untuk bisa memanfaatkan peluang tersebut pihaknya mencoba gencar melakukan pendekatan-pendekatan kepada para investor Timur Tengan baik investor saham maupun lainnya.
Ia menilai selama ini dana-dana Timteng banyak masuk ke Singapura dan Malaysia yang justru mengalir lagi ke Indonesia.
"Untuk Asia Tenggara mereka tahu uang yang ada di kedua negara (Singapura, Malaysia) larinya ke Indonesia oleh karena itu dia ingin masuk ke indonesia," paparnya.
Salah satu yang dilakukan BNI antara lain melakukan upaya-upaya mengajak nasabah BNI bertemu dengan kalangan investor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"BNI kemarin ajak 7 nasabah besarnya mereka ingin sekali dateng ke Indonesia, mereka yakin investasi cuma dasarnya syariah, opportunity besar. Jadi BNI arahkan ke syariah," katanya.
Hal ini dikatakan oleh Gatot yang menjadi salah satu faktor yang memicu Bank BNI mulai melirik unit Bank syariah, guna memaksimalkan penyerapan dana-dana Timteng.
"Jadi targetnya syariah terbesar dengan modal US$ 500 juta, akan besar secara nasional. Kita bisa buat apa aja, apa yang ada di portofolio konvensional kita bisa tawari ke dia, seperti powerplant, nasabah energi," ujarnya.
Optimisme, ini menurut Gatot tidak terlepas dari antusias kalangan investor seperti dari Qatar, Kuwait yang yakin yakin mengenai potensi berinvestasi di Indonesia. "Selama ini yang aktif g to g, kalau g to g itu lama, kita dari
BNI inisiatif b to b," katanya.
"Dana US$ 1,5 miliar dari Qatar, dari Oman US$ 1 miliar. Oman fokus ke gandum dan beras. Mereka mau invest tapi maunya local partner, lokal yang tahu disini, dia siap 70% diambil sisanya dipasarkan," rinci Gatot.
(hen/ddn)











































