Namun kondisi perbankan RI diprediksi masih tetap sehat, setelah pada tahun 2007 dan kuartal I-2008 berhasil mencatat kinerja keuangan yang kuat.
Demikian laporan 'Indonesian Banks Review and Outlook' dari Fitch Ratings yang diperoleh detikFinance, Senin (7/7/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara BI Rate diperkirakan naik menjadi 9,5% dari saat ini 8,75%. Level tersebut berarti belum mencapai tingkat suku bunga tertinggi pada tahun 2006. Dengan demikian Fitch merasa yakin bahwa kondisi kredit masih tetap akan mendukung outlook 'stabil' pada peringkat internasional bank-bank tersebut.
Mayoritas bank-bank di Indonesia juga dinilai sudah memiliki perbaikan neraca keuangannya. Semua berkat tingkat keuntungan yang kuat, NPL yang rendah dan tingkat pencadangan yang lebih tinggi.
Perbankan Indonesia diharapkan mengikuti standar Basel II pada Januari 2009. Fitch belum bisa memperkirakan dampak penerapan aturan tersebut pada rasio modal perbankan Indonesia. Namun diskusi dengan sejumlah bank-bank yang besar mengungkapkan adanya pengaruh pada risiko operasional sekitar 2%, dan untuk risiko kredit akan bervariasi pengaruhnya.
Fitch menilai, manajemen kualitas kredit akan tetap menjadi kunci utama bagi perbankan Indonesia yang kini terus berjuang untuk mengembalikan kejayaan setelah krisis finansial 10 tahun silam.
Pertumbuhan kredit pascakrisis kini lebih terdiversifikasi dan aman untuk ritel, sementara kredit UKM berkembang cepat dengan standar kredit yang sebagian besar belum teruji. Kredit korporasi akan lebih menonjol dengan fokus pada aktivitas investasi domestik dan meningkatnya pembangunan infrastruktur. Hal ini menyarankan agar konsentrasi risiko dan utang balas harus dimonitor dengan ketat.
(qom/ir)











































