Deposito Berbasis Logam dari HSBC

Deposito Berbasis Logam dari HSBC

- detikFinance
Rabu, 09 Jul 2008 14:32 WIB
Deposito Berbasis Logam dari HSBC
Jakarta - HSBC Amanah Syariah mempelopori industri deposito berbasis syariah di Indonesia dengan meluncurkan produk bernama Amanah Fixed Investment tersebut menggunakan portofolio investasi logam (metal).

"Industri syariah di Indonesia belum memiliki deposito dengan basis syariah yang imbal hasilnya diketahui sejak awal. Untuk itu, HSBC Amanah meluncurkan produk dengan akad Murabaha (perdagangan) sehingga nasabah dapat mengetahui pengembalian yang akan diperoleh," ujar Head of HSBC Amanah Syariah Mahmoud Abushamma.

Demikian disampaikan dalam acara peluncuran Amanah Fixed Investment di Apartemen Paviliun, Jl KH Mas Mansyur, Jakarta, Rabu (9/7/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Prinsip dalam produk ini berbeda dengan akad Mudharabah (bagi hasil) yang selama ini dikembangkan bank-bank syariah lainnya.

"Jika nasabah tidak mengetahui berapa pengembalian yang diperoleh dari depositonya. Dalam produk Amanah Fixed Investment, kami menawarkan pengembalian yang diketahui di awal investasi kepada nasabah, dengan jangka waktu satu, tiga, enam, dan 12 bulan," ujarnya.

Ia mencontohkan deposito satu bulan memberikan pengembalian 6-7%, maka Amanah Fixed Investment akan berusaha memberikan imbal hasil yang kurang lebih sama.

Amanah Fixed Investment akan berinvestasi di kontrak komoditas future logam (metal). Metal yang akan diperdagangkan adalah seng (zinc), tembaga (copper), dan aluminium.

Namun, produk tersebut mengecualikan logam emas dan perak yang menurut prinsip syariah tidak untuk diperdagangkan.

Produk tersebut ditujukan untuk individual dan koporasi dengan minimal deposit Rp 20 juta atau sekitar US$ 200.

AVP Onshore Banking Product HSBC Amanah, Gempur Widansyan menerangkan, produk deposito berbasis syariah tersebut memberi kesempatan nasabah membeli komoditas dari para broker melalui bank sebagai agen. Pembelian tersebut menggunakan harga yang disepakati sebelumnya dengan pembayaran tunai, dan delivery secara langsung.

"Term pembayaran, keuantungan, harga, serta jatuh tempo pembayaran telah ditentukan pada awal perjanjian. Sehingga pada jatuh tempo, nasabah akan menerima jumlah investasinya dan sejumlah imbal hasil pengembalian yang pasti, dan hal itu dijamin oleh pihak bank HSBC Amanah Syariah dan Lemabaga Penjamin Simpanan (LPS)," kata Gempur.

Ia menekankan, pengembalian investasi produk tersebut akan disesuaikan dengan deposito konvesional. Pada kesempatan yang sama, Head of Personal Banking HSBC Indonesia Rusli Sutanto menyatakan untuk memaksimalkan pengembalian yang diperoleh dari Amanah Fixed Investment, pihaknya juga menerbitkan produk paket investasi Amanah Prime Invest.

"Dalam produk ini nasabah dapat menikmati hasil fixed return hingga 30% per tahun, dengan menggabungkan investasi mereka di produk deposito syariah dengan Amanah Mutual Fund (produk reksadana) dan Amanah Takaful (asuransi)," tandasnya.

(dro/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads