Linkage Program Jangan Tinggalkan Perbankan Sehat

Linkage Program Jangan Tinggalkan Perbankan Sehat

- detikFinance
Kamis, 10 Jul 2008 11:55 WIB
Linkage Program Jangan Tinggalkan Perbankan Sehat
Jakarta - Bank Indonesia (BI) mendorong perbankan umum untuk lebih berpatisipasi dalam linkage program. Namun BI juga mengimbau aspek-aspek perbankan yang sehat harus tetap dijaga.

"Pesan saya, jangan meninggalkan perbankan yang sehat. Kelola dengan baik, itu kuncinya," pesan Gubernur BI Boediono.

Ia menyampaikan hal itu dalam acara penandatanganan Surat Pemberitahuan Persetujuan Pemberian Kredit (SP3K) antara Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat/Syariah (BPR/S) di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (10/7/200).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selama ini linkage program dilakukan melalui kemitraan dengan BPR. BI mengharapkan BPR sebagai lembaga keuangan ujung tombak terus dibina.

"Saya mengharapkan rekan-rekan perbankan memberikan semacam technical assitance bagi para BPR. Jadi bukan hanya diberikan uang begitu saja. Artinya bisa meningkatkan kemampuan bankir-bankir BPR di tingkat grassroot sehingga kalangan BPR bisa menjadi lembaga keuangan yang sehat," urai Boediono.

Boediono mengakui selama ini masih ada kendala dalam linkage program terutama dalam hal bunga dan penjaminan.

"Menurut pandangan saya, linkage program bisa diteruskan lagi dengan didukung oleh komite yang terdiri dari BI dan perbankan terutama dalam memecahkan masalah di lapangan," ujarnya.

Namun Boediono berharap program kredit melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan linkage program bisa membuka akses lebih luas bagi UMKM. Apalagi dengan kehadiran lembaga penjamin kredit di daerah.

Namun untuk program KUR diakui Boediono memberi beban bagi APBN, meski disisi lain meningkatkan akses kredit.

"KUR salah satu program yang dicanangkan pemerintah, dengan suku bunga yang dibatasi tapi disisi lain memberi beban bagi APBN," katanya.

Dengan akses kredit yang luas, lanjut Boediono, maka UMKM bisa semakin kuat sehingga bisa mendukung perekonomian.

"Saya punya pandangan pribadi, UMKM bukan hanya pencipta lapangan kerja atau lapangan usaha, mereka adalah benih-benih dari pilar ekonomi kita dan demokrasi. Demokrasi kalau tidak ada kelas menengah yang tangguh untuk hidup diperlukan melalui pengembangan usaha UKM," katanya.

Hari ini, BI memfasilitasi linkage program antara 20 bank umum dengan 148 BPR yang diwakili 54 BPR senilai Rp 979,3 miliar. Untuk pertama kali juga diikuti bank asing yakni HSBC yang menyalurkan Rp 675 juta.

Sementara Bank Sinarmas Rp 190 miliar untuk 3 BPR, Bank Mandiri Rp 112 miliar untuk 3 BPR, BNI sebesar Rp 75 miliar untuk 3 BPR, Bank Jabar Banten Rp 25,5 miliar untuk 6 BPR dll.

(hen/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads