Keyakinan Konsumen RI Terendah dalam 2,5 Tahun

Keyakinan Konsumen RI Terendah dalam 2,5 Tahun

- detikFinance
Senin, 14 Jul 2008 19:18 WIB
Jakarta - Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia untuk Juni 2008 berada di titik terendah dalam 2,5 tahun. Keyakinan konsumen memburuk setelah kenaikan harga BBM Mei 2008 lalu.

Menurut survei Bank Indonesia yang dikutip detikFinance, Senin (14/7/2008), pascakenaikan BBM Mei 2008 lalu, IKK menunjukkan angka sebesar 79,1 atau lebih rendah 3,3 poin dibandingkan bulan sebelumnya.

Kondisi yang semakin pesimis ini didorong oleh semakin menurunnya keyakinan konsumen terhadap indeks kondisi ekonomi saat ini (IKE) sebesar 5,9 poin dan menurunnya indeks ekspektasi konsumen (IEK) sebesar 0,8 poin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penurunan IKK terjadi pada hampir seluruh komponen pembentuk IKK antara lain: ketepatan waktu pembelian barang tahan lama sebesar 8,0 poin, ketersediaan lapangan kerja sebesar 5,9 poin, dan ekspektasi ketersediaan
lapangan kerja sebesar 1,8 poin.

Kondisi tersebut diikuti oleh optimisme yang semakin menurun terhadap penghasilan saat ini sebesar 3,9 poin dan ekspektasi penghasilan sebesar 2,9 poin.

Secara tahunan, IKK mengalami penurunan sebesar 16,7 poin dibandingkan tahun sebelumnya, terlihat dari konsumen yang makin pesimistis terhadap kondisi ekonomi saat ini dengan penurunan indeks sebesar 12,0 poin. Hal tersebut diikuti pula oleh optimisme yang menurun terhadap ekspektasi konsumen sebesar 21,4 poin.

Selama Juni 2008 Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) mengalami penurunan sebesar 5,9 poin dibandingkan indeks bulan Mei 2008, dengan indeks sebesar 72,9, dan masih berada pada level pesimis.

Penurunan disebabkan oleh semakin pesimisnya konsumen terhadap ketepatan waktu pembelian barang tahan lama sebesar 8,0 poin dan ketersediaan lapangan kerja sebesar 5,9 poin. Optimisme yang menurun terhadap penghasilan saat ini sebesar 3,9 poin juga turut menyumbang penurunan IKE.

Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) bulan Juni 2008 sebesar 85,2 berada pada level pesimis dengan penurunan sebesar 0,8 poin dibanding bulan lalu. Pesimisme IEK tersebut disebabkan oleh semakin menurunnya ekspektasi ketersediaan lapangan kerja sebesar 1,8 poin dan berkurangnya optimisme responden terhadap ekspektasi penghasilan sebesar 2,9 poin.
 

 

(qom/qom)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads