Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama BEI Arifin Indra dalam jumpa pers di kantornya, Gedung Bursa Efek Indonesia, Jalan Jend. Sudirman, Jakarta, Kamis (17/7/2008).
"Sampai akhir 2008 total aset kami targetkan berjumlah Rp 13,9 triliun dan 85% dari total aset tersebut adalah outstanding kredit kita sampai akhir 2008 ini," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertumbuhan kredit kita di semester I-2008 sudah lebih dari 40% yang berarti melebih rata-rata pertumbuhan kredit perbankan nasional," ujarnya.
Arifin mengatakan sektor ekspor saat ini memang sangat menjanjikan dengan meningkatnya harga komoditas internasional. "Target pemerintah agar ekspor tumbuh 14% di tahun ini sudah sangat bagus, karena rata-rata pertumbuhan ekspor kita tiap tahunnnya adalah 7%, jadi sudah 2 kali lipatnya,"ujarnya.
Sampai semester I-2008 perolehan laba bersih perseroan telah mencapai Rp 147 miliar, sementara hingga akhir 2007 perolehan laba bersih perseroan mencapai Rp 275 miliar. Dengan ditargetkannya outstanding kredit sebesar Rp 11,815 triliun hingga akhir tahun, berarti jumlah kredit baru yang dikucurkan perseroan pada tahun ini ditargetkan akan mencapai Rp 5,427 triliun.
"Memang sektor komoditas CPO sampai saat ini masih memegang dominasi dari portfolio kredit BEI,ini dikarenakan sektor ini sangat diminati untuk dijadikan bahan bakar alternatif bio diesel," ujarnya.
(dnl/qom)











































