Direktur Utama Bank Danamon Sebastian Paredes menjelaskan, kondisi ekonomi saat ini dinilai tidak kondusif untuk menerbitkan obligasi.
"Kondisi pasar nasional tidak kondusif, dan faktanya pemerintah juga menawarkan obligasi. Tapi dengan suku bunga yang tinggi, ini buat kita memutuskan untuk tidak lanjutkan obligasi," katanya dalam keterangan pers di Ritz Carlton Kuningan, Jakarta, Kamis (17/7/2008).
Menurutnya, Danamon akan menunggu pasar kembali normal untuk mengeluarkan obligasi. Untuk pendanaan sebelum obligasi, akan menggunakan dana pihak ketiga dan pinjaman jangka panjang.
Masih dipengaruhi kondisi ekonomi pada semester dua yang diprediksi tidak akan lebih baik dari semester satu, Danamon kembali memasang target konservatifnya untuk pertumbuhan kredit.
Jika pada semester satu kreditnya tumbuh 32%, maka pada semester dua targetnya menjadi hanya 22%. Tapi ia menegaskan, ini bukan berarti Danamon menurunkan target, tapi memang kredit pada semester pertama yang melampaui target.
"Tekanan inflasi yang tinggi akan menurunkan daya beli masyarakat. Jadi pertumbuhan kredit sekitar 30% tidak akan berlanjut lagi. Tapi kami percaya, kredit masih bisa tumbuh 22%," katanya.
Saham di Adira
Danamon juga berencana meningkatkan sahamnya di Adira Finance yang saat ini sebesar 75%. Sebastian menjelaskan, sejak awal Adira memang memiliki opsi untuk menambah sahamnya sebesar 20% lagi.
"Jika BI menyetujui, dan kondisi pasar bagus, kami akan mengeksekusi 20% itu tahun ini," katanya.
(lih/qom)











































