Merrill dalam pengumumannya menyatakan telah menjual 20% sahamnya di Bloomberg senilai US$ 4,425 miliar. Merrill juga sedang berdiskusi untuk menjual sahamnya di Financial Data Services senilai US$ 3,5 miliar. Perusahaan tersebut menyediakan data untuk reksa dana dan perbankan ritel Merrill.
Bank investasi terbesar ketiga AS itu menyatakan telah melakukan hapus buku hingga US$ 9,4 miliar untuk serangkaian utang. Merrill sejauh ini telah kehilangan hingga US$ 40 miliar akibat hapus buku sejak krisis kredit di AS dimulai setahun yang lalu. Merrill Lynch menjadi bank AS yang paling parah kena krisis kredit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami menyukai perusahaan itu, tapi ke depannya masih cukup sulit," ujar Armbruster, yang memiliki 24.000 lembar saham Merrill itu.
Kerugian Merrill tersebut jika diaplikasikan senilai US$ 4,97 per saham, sementara pada tahun lalu Merrill berhasil mencatat laba hingga US$ 2,07 miliar atau setara dengan US$ 2,24 per saham. Sementara pendapatan bersih turun menjadi US$ 7,5 miliar.
Moody's sebelumnya menurunkan peringkat Merrill ke A2. Saham Meriil pada penutupan perdagangan kemarin turun hingga 6,9% ke level US$ 28,60.
(qom/ir)











































