Dirjen Pengelolaan Utang Depkeu Rahmat Waluyanto mengatakan bulan puasa yang akan datang menjelang Oktober membuat investor dari Timur Tengah belum aktif, sehingga dikhawatirkan penjualan sukuk itu tidak optimal.
"Selain itu pada bulan Oktober ada World Bank Annual Meeting dan juga Asian Finance Minister Meeting, jadi waktu efektif kami perkirakan hanya 2 minggu di Oktober dan itu tidak cukup, sehingga harus diundur paling lama minggu kedua November," tuturnya dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (18/7/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena memang kita juga sudah mengumumkan sebelumnya, dan kami menilai dengan diundurnya waktu penerbitan, penjualannya akan lebih optimal," katanya. (dnl/ir)











































