Hal ini dikatakan oleh Kepala Divisi Bisnis Mikro BRI Pramono dalam jumpa pers pencapaian program KUR, BLT serta rencana penerapan SKB pergeseran jam kerja industri, di Kantor Depkominfo, Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Jumat (18/7/2008).
"Tapi sampai hari ini untuk yang mikro sudah ada sebesar Rp 3,7 triliun dengan total 390 nasabah," ujar Pramono.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan Rp 5,5 triliun sampai kemarin malam, berarti share BRI dalam keseluruhan KUR yang telah terlaksana adalah di atas 60% dari jumlah kredit dan dari debitur share BRI adalah 70% dari total debitur KUR sampai saat ini, karena jumlah
debitur kami sudah capai 930 ribu," tuturnya.
Sementara dari segi sektor, paling dominan adalah sektor perdagangan sebesar 59%, kemudian pertanian 24%. Untuk provinsinya yang terbesar adalah provinsi Jatim sebesar 25%, Jabar 13% dan Jateng 10%.
Sementara untuk jumlahnya paling besar adalah BRI 61%, Mandiri 15% dan BNI 13%. Sementara debiturnya BRI paling besar yaitu sebanyak 93% dari total debitur.
Adapun target sampai akhir tahun untuk KUR ditargetkan dapat dikucurkan sebesar Rp 15 triliun dengan debitur sebanyak 2 juta. (dnl/qom)











































