Hal tersebut disampaikan Kepala Divisi Bisnis Mikro BRI Pramono dalam jumpa pers pencapaian program KUR, BLT serta rencana penerapan SKB pergeseran jam kerja industri, di Kantor Depkominfo, Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Jumat (18/7/2008).
"Sejak November 2007 NPL KUR 0% karena kami sangat selektif dalam memilih nasabah, karena kriterianya adalah yang usahanya feasible tapi tidak bankable," jelasnya Β
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi kami menilai dari usahanya harus feasible, penghasilannya diperkirakan bisa mengembalikan kredit yang dia dapatkan. Tapi kami tidak meminta jaminan tambahan berupa agunan," ujarnya.
Pramono mengakui, saat ini ada pemahaman yang berbeda antara nasabah dengan bank untuk masalaah jaminan pada KUR ini.
"Seolah-olah KUR adalah dana pemerintah, padahal KUR itu dijamin asuransi milik pemerintah jadi dananya adalah berasal dari bank yang asalnya dari DPK, jadi tidak benar kalau dananya adalah dari pemerintah," katanya.
Beberapa hambatan yang dialami BRI dalam pengucuran KUR ini adalah keterbatasan tenaga kerja untuk mengurus nasabah KUR ini, karena dikatakannya dalam 1 bulan itu bisa ada 25 ribu nasabah baru yang harus dilayani.
"Kami akan rekrut outsourcing untuk membantu mengurus nasabah baru," jelasnya.
Selain itu Pramono mengatakan kenaikkan harga BBM yang terjadi juga dikhawatirkan akan mempengaruhi kondisi ekonomi masyarakat pedesaaan.
"Jadi kami khawatir NPL akan terjadi, apalagi suku bunga juga mengalami kenaikan," katanya.
(dnl/qom)











































