Hal ini dikatakan oleh Direktur Utama PT Jamsostek (Persero) Hotbonar Sinaga di sela acara Workshop dan Diskusi KNKG (Komite Nasional Kebijakan Governance) di Gedung BI, Jalan Thamrin, Jakarta, Senin (21/7/2008).
"Sampai dengan semester I-2008 belum bisa capai 50% dari 2,5 juta karena ada beberapa kendala, tapi kami optimis bisa tercapai," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang kondisi secara umum, bukan cuma Indonesia yang indeks harga sahamnya turun terus, kami berharap (gejolak harga saham) ini gejala sesaat kami berharap akhir tahun nanti IHSG naik lagi," katanya.
Hotbonar menjelaskan, portofolio investasi Jamsostek adalah saham 20%, obligasi 40-45%, deposito 20-25%, reksadana maksimum 5% dan yang lainnya adalah properti dan penyertaan langsung.
"Target kami penyertaan langsung dari 1% menjadi 2%, penyertaan langsung kami akan ikut pada proyek-proyek," ujarnya.
Sementara untuk laba bersih, Hotbonar mengatakan perseroan menargetkan pencapaian laba sebesar Rp 908 miliar.
"Sampai dengan semester I-2008 juga belum bisa capai 50%-nya, karena puncak perolehan laba kita biasanya adalah di kuartal IV. Baru sekitar 48%-lah, sekitar Rp 500 miliar, jadi tak terlalu jauh pangang dari pada api," ujar Hotbonar.
(dnl/qom)











































