BI Dorong Multifinance Kreatif Cari Pendanaan

BI Dorong Multifinance Kreatif Cari Pendanaan

- detikFinance
Selasa, 22 Jul 2008 11:30 WIB
BI Dorong Multifinance Kreatif Cari Pendanaan
Jakarta - Perusahaan pembiayaan atau multifinance diminta kreatif menciptakan pendanaannya karena selama ini lebih banyak bergantung pada perbankan. Meski begitu Bank Indonesia (BI) belum risau dengan kondisi seperti itu.

"BI mendorong perusahaan multifinance untuk mencari sumber pendanaan aternatif lain sebab selama ini lebih banyak dari perbankan," kata Deputi Gubernur BI, Muliaman Hadad.

Hal itu diungkapkan Muliaman dalam acara seminar nasional bertajuk 'Persaingan Perusahaan Pembiayaan dalam Era Inflasi Tinggi' di Graha Niaga, Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa (22/7/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diakui Muliaman, hampir sebagian besar lembaga pembiayaan merupakan anak usaha dari perbankan. "Maka itu BI meminta kepada bank untuk mengkonsolidasikan neracanya, setelah memperhitungkan risiko-risiko dari anak usahanya," kata Muliaman.

Muliaman juga menilai, kondisi inflasi yang tinggi saat ini telah membuat multifinance harus berhati-hati menyalurkan kreditnya untuk menghindari risiko. Tapi dia yakin inflasi hingga akhir tahun akan membaik sehingga kinerja multifinance akan ikut membaik.

Menurut Muliaman, untuk pengawasan multifinance dilakukan oleh Bapepam LK sedangkan induknya jika berupa perbankan akan dimonitor oleh BI.

Hingga kini komposisi sumber pendanaan dari multifinance untuk perbankan 58%, obligasi 11%, dana sendiri 20% dan lainnya 11%. Struktur pembiayaan mencakup customer finance 62,89%, leasing 33,84%, manufaktur 1,97%, credit card 1,29%.

Sementara Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia Wiwie Kurnia mengatakan selama ini sumber dana multifinance lebih banyak dari perbankan karena lebih murah untuk kondisi saat ini.

"Buat kami itu bukan masalah pendanaan bank selama ini, kalau ada imbauan alternatif lain kita membuka diri," kata Wiwie.

(ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads