Menurut Kepala Ekonom Bank Mandiri Martin Panggabean, ketiganya adalah suku bunga luar negeri, inflasi, dan pertumbuhan sektor riil.
Pertama adalah suku bunga luar negeri seperti suku bunga di AS yang oleh bank sentral AS, The Fed, diperkirakan akan mengalami kenaikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ekspektasi kenaikan ini karena ternyata resesi AS sepertinya akan berlangsung lebih lama. Ini yang harus diperhatikan BI," ujarnya dalam diskusi di Plaza Bank Mandiri, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (24/7/2008).
Kedua adalah inflasi yang akan memuncak pada September atau Oktober, namun kemudian menurun setelahnya.
"Pada September dan Oktober inflasi mungkin akan naik ke 10 persen, lalu datar, kemudian turun. Jadi itu sudah puncak inflasi," katanya.
Sementara untuk bulan depan, inflasi akan naik dari saat ini 11 persen menjadi 11,1 persen. Hal ini merupakan dampak momentum second round effect kenaikan BBM yang terasa namun masih terkendali.
Hal ketiga adalah pertumbuhan sektor riil yang akan melambat. Faktor yang akan memperlambat sektor riil antara lain pertanian yang hanya tumbuh 3,04 persen.
"Padahal pertanian menyerap banyak tenaga kerja, sehingga perlambatan di sektor ini bisa menyebabkan pengangguran. Sementara yang pertumbuhannya tinggi adalah sektor transportasi, sampai 15%. Namun penyerapan tenaga kerjanya kan tidak besar," katanya.
Dengan pertimbangan tersebut, Martin memperkirakan suku bunga BI yang saat ini 8,75 persen akan menjadi 9,5-9,75 persen pada akhir 2008.
"Kalaupun mulai turun, paling pada awal 2009 turun pelan-pelan menjadi sekitar 9 persen," katanya.
(lih/ddn)











































