ACC Targetkan Pembiayaan Rp 12,5 Triliun

ACC Targetkan Pembiayaan Rp 12,5 Triliun

- detikFinance
Kamis, 24 Jul 2008 15:17 WIB
ACC Targetkan Pembiayaan Rp 12,5 Triliun
Jakarta - Perusahaan pembiayaan kendaraan bermotor, Astra Credit Companies (ACC) menargetkan pembiayaan kredit bermotor sebesar Rp 12,5 triliun di tahun 2008.

Hingga semester I-2008, ACC sudah memberikan kredit pembiayaan sebesar Rp 6,5 triliun. Angka ini tumbuh 45 persen dibanding semester I-2007.

Demikian disampaikan CEO ACC Benny Tjoeng di sela penandatangan perjanjian kerja sama pembayaran angsuran kredit pembayaran pelanggan ACC dengan Bank Mandiri di Plaza Mandiri, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (24/7/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pada semester kredit kami sudah mencapai Rp 6,5 triliun 45 persen dari 2007, sementara kita menargetkan 12,5 triliun sampai dengan akhir 2008," ujarnya.

Pembiayaan yang disalurkan, 90 persen merupakan pembiayaan mobil dimana 70 persen merupakan mobil baru dan sisanya untuk pembelian mobil bekas.

Kenaikan BBM akhir Mei belum mempengaruhi pemebiayaan kredit ACC, karena kenaikan harga komoditas mendorong permintaan dari konsumen di luar Jawa terutama sektor pertambangan dan perkebunan.

Saat ini nasabah ACC sekitar 55 persen masih tersebar di Pulau Jawa, 20-25 persen di Pulau Sumatera dan sisanya di Indonesia bagian timur. "Karena itu pembiayaan di Kalimantan dan Sumatera memang meningkat signifikan," ujarnya.

Melalui perjanjian kerja sama Bank Mandiri, kini nasabah ACC bisa membayar angsuran lewat seluruh fasilitas Bank Mandiri, tidak hanya atm tetapi juga internet dan sms banking.

Direktur Astra International Gunawan Geniusahardja mengatakan kerja sama ini akan meningkatkan jaringan ACC dan mempermudah akses bagi nasabahnya.

Total nasabah ACC saat ini mencapai 700.000 nasabah dimana 170.000 nasabah merupakan nasabah aktif yang setiap bulannya melakukan angsuran rutin.

Sebanyak 60 persen dari nasabah yang aktif atau sekitar 100.000 membayar langsung ke konter tapi sisanya membayar melalui bank persepsi yang bekerja sama dengan ACC, ATM, PT Pos dan lain-lain.

"Jadi kerja sama ini untuk mengantisipasi tren pembayaran kredit dari nasabah," ujarnya.
(ddn/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads