Laba Bank CIMB Niaga Naik 5%

Semester I-2008

Laba Bank CIMB Niaga Naik 5%

- detikFinance
Senin, 28 Jul 2008 16:45 WIB
Laba Bank CIMB Niaga Naik 5%
Jakarta - PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) yang sebelumnya dikenal sebagai Bank Niaga membukukan laba bersih (unaudited) sebesar Rp 428 miliar pada paruh pertama 2008, yang naik sebesar 5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 406 miIiar.

Perseroan melaporkan kinerja keuangamnya untuk pertama kali dengan resmi memakai nama PT Bank CIMB Niaga Tbk, Senin (28/7/2008).

Pendapatan bunga bersih pada semester I-2008 mencapai Rp 1,4 triliun atau meningkat 9% dari posisi yang sama tahun sebelumnya.

Total aset Bank CIMB Niaga per 30 Juni 2008 mencapai Rp 59,2 triliun, meningkat 35% dari periode yang sama tahun sebelumnya, sekaligus menempatkan Bank CIMB Niaga sebagai bank terbesar keenam di Indonesia dari sisi aset.

"Meskipun semakin sulitnya keadaan pasar keuangan global yang berdampak pada pasar domestik, kami masih berhasil mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 36 persen menjadi sebesar Rp 46,4 triliun dan meningkatkan dana pihak ketiga sebesar 38 persen menjadi Rp 49,1 triliun. Pencapaian ini mencerminkan keberhasilan kami dalam upaya menjadi Indonesia’s premier universal bank, yang melayani semua segmen bisnis mulai dari retail hingga korporasi," kata Hashemi Albakri, Presiden Direktur Bank CIMB Niaga dalam siaran persnya.

Per 30 Juni 2008, komposisi kredit Bank CIMB Niaga adalah 70 persen di segmen business dan retail, serta 30 persen di segmen korporasi. Loan to Deposit (LDR) Bank CIMB Niaga tercatat sebesar 93,67 persen. Sejalan dengan pertumbuhan kredit tersebut, kualitas kredit yang diberikan juga meningkat ditandai dengan menurunnya rasio NPL (net) menjadi 2,12 persen dari sebesar 3,23 persen tahun
lalu. Sedangkan Capital Adequacy Ratio (CAR) setelah risiko pasar Bank CIMB Niaga tercatat sebesar 14,84%,

Pertumbuhan dana pihak ketiga terutama didukung oleh pertumbuhan deposito dan giro yang tinggi masing-masing sebesar 42 persen. Sementara, tabungan tumbuh sebesar 17 persen.

Berkaitan dengan rencana penggabungan usaha Bank CIMB Niaga dengan Bank Lippo, Hashemi menambahkan bahwa pemegang saham kedua bank telah menyetujui rencana penggabungan usaha tersebut yang diperoleh melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa kedua bank yang diselenggarakan tanggal
18 Juli 2008.

Penggabungan usaha untuk bertumbuh ini akan menghasilkan bank terbesar kelima di Indonesia berdasarkan jumlah aset dengan perluasan jaringan distribusi lebih dari 650 kantor cabang di seluruh Indonesia.

"Dengan kombinasi kekuatan dari dua bank, penggabungan usaha akan menghasilkan sebuah bank dengan posisi yang tepat untuk bersaing dan bertumbuh di industri perbankan Indonesia yang semakin kompetitif," ungkap Hashemi.

Bank baru ini akan dikenal sebagai PT Bank CIMB Niaga Tbk dan proses penggabungan usaha ini masih menunggu persetujuan dari otoritas terkait di Indonesia dan Malaysia. Target penyelesaian keseluruhan proses hukum penggabungan usaha pada 1 Oktober 2008, sementara untuk integrasi bisnis
secara keseluruhan diharapkan dapat selesai pada triwulan IV-2009. (ir/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads