Dana Pekerja Migran Berputar Lebih Cepat dari Modal Asing

Dana Pekerja Migran Berputar Lebih Cepat dari Modal Asing

- detikFinance
Selasa, 29 Jul 2008 11:05 WIB
Dana Pekerja Migran Berputar Lebih Cepat dari Modal Asing
Jakarta - Transaksi pengiriman uang dari para pekerja migran terus meningkat dengan pesat dalam beberapa tahun belakangan ini.

Aliran dana pekerja migran berkembang lebih cepat dibandingkan dengan aliran pendanaan resmi, dan bahkan bila dibandingkan dengan investasi asing langsung (foreign direct investment, FDI) sebagai sumber finansial eksternal di beberapa negara berkembang.

Demikian laporan Economist Intelligence Unit yang bertajuk Building a future back home, Leveraging migrant worker remittances for development in Asia seperti dikutip detikFinance, Selasa (29/7/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebagian besar transaksi pengiriman uang dikirimkan langsung kepada anggota keluarga untuk memenuhi biaya kehidupan sehari-hari mulai dari kebutuhan pangan, sandang hingga pendidikan," tulis laporan itu.

Bank Dunia memperkirakan tahun lalu negara-negara berkembang menerima kira-kira US$ 240 miliar dari pengiriman uang. Pengiriman dana yang lebih besar lagi dikirim melalui jalur-jalur tidak resmi. Pengiriman uang merupakan suatu potensi yang besar dan sedang berkembang di dalam arus modal dunia.

Beberapa tahun belakangan ini para ahli riset dan ekonom telah mengidentifikasi adanya transaksi pengiriman uang secara kolektif-- dimana para pekerja migran mengumpulkan dana bersama-sama untuk diinvestasikan dalam berbagai usaha atau proyek infrastruktur di daerah asal mereka--sebagai suatu fenomena yang penting.

Namun terdapat beberapa kendala yang harus diatasi jika praktek seperti ini mulai berkembang dan menjadi sarana yang efektif dalam mendukung pembangunan.

Laporan tersebut menuturkan banyak asosiasi kaum migran yang ingin berinvestasi di daerah asal mereka, namun kurang memiliki kemampuan dalam pengelolaannya.

Asosiasi kaum migran biasanya kurang dilengkapi dengan keahlian untuk mengelola dana atau mendirikan suatu proyek investasi di daerah asal para migran.

Jika ada transaksi pengiriman uang kolektif yang berhasil membiayai suatu bisnis atau proyek infrastruktur yang kecil, biasanya hal itu dikelola oleh organisasi luar, seperti pemerintah daerah, organisasi amal, atau Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Oleh karena itu, laporan itu merekomendasikan untuk menyusun program-program permanen untuk menarik dan meningkatkan transaksi pengiriman uang.

"Kesuksesan program-program di berbagai negara seperti Meksiko sebagian besar didukung oleh adanya program yang sistematik untuk menarik dan meningkatkan transaksi pengiriman uang serta menyalurkannya pada proyek-proyek yang tepat," tulisnya.
(ddn/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads