Pertumbuhan kredit yang tinggi tersebut diikuti dengan kemampuan untuk meningkatkan kualitas kredit yang tercermin dari NPL gross 0,67% dan NPL netto 0,03% per 30 Juni 2008.
Sementara laba operasional BTPN per 30 Juni mencapai Rp 329 miliar atau tumbuh 39,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun BTPN mencapai Rp 11,123 triliun atau meningkat 61,3% dibandingkan posisi 30 Juni 2007 sebesar Rp 6,895 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kedepan BTPN akan terus mengkaji berbagai peluang khususnya pada pangsa usaha mikro dan kecil (UMK) yang masih memiliki potensi sangat besar di Indonesia. Untuk itu BTPN akan terus memacu pengembangan infrastruktur di bidang sumber daya manusia (SDM), teknologi informasi, operasional administratif dan manajemen risiko," jelas corporate secretary BTPN Lieke Roosdianti dalam siaran persnya, Kamis (31/7/2008).
Lieke juga menjelaskan, masuknya pemegang saham mayoritas baru, Texas Pacific Group Nusantara yang memiliki latar belakang internasional memberikan nilai positif bagi BTPN khususnya terkait dengan penerapan prinsip good corporate governance yakni transparansi, integritas dan meritokrasi yang menjadi landasan tumbuhnya kinerja perusahaan secara berkesinambungan.
Pada 14 Maret 2008, konsorsium yang dipimpin Texas Pacific Group (TPG) mengakuisisi saham Bank BTPN sebesar 675.975.970 saham atau 71,61% dari modal ditempatkan dan disetor dari PT Bank BTPN Tbk. Dengan akusisi ini maka komposisi pemegang saham di Bank BTPN menjadi 71,61% dimiliki oleh TPG Nusantara S.a.r.l, dan 27,39% milik publik.
Sampai dengan Juni 2008, BTPN telah memiliki 412 kantor, yang terdiri dari kantor pusat, 44 kantor cabang, 74 kantor cabang pembantu, 238 kantor kas, serta 27 payment point dan 24 kas mobil yang tersebar di 23 provinsi.
(qom/qom)











































