Kredit Bukopin Tumbuh 31,81%

Kredit Bukopin Tumbuh 31,81%

- detikFinance
Kamis, 31 Jul 2008 10:41 WIB
Kredit Bukopin Tumbuh 31,81%
Jakarta - PT Bank Bukopin Tbk mencatat pertumbuhan kredit hingga 31,81% menjadi Rp 24,665 triliun pada semester I-2008. Pada periode yang sama tahun lalu, kredit Bukopin sebesar Rp 18,713 triliun.

Kredit Bukopin difokuskan pada usaha mikro, kecil, menengah dan koperasi (UMKMK), konsumer serta komersial.

Bukopin selama semester I-2008 berhasil mencetak laba sebelum pajak sebesar Rp 293 miliar atau meningkat tipis 0,69% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 291 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pendapatan bunga bersih (Net Interest Income) sebesar Rp 738 miliar, naik sebesar Rp115 miliar atau 18,46% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 623 miliar. Sementara itu, pendapatan operasional lainnya sebesar Rp 121 miliar, relatif sama dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Di sisi lain, biaya operasional lainnya meningkat sebesar 18,51% mencapai Rp 525 miliar dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 443 miliar.

Dirut Bukopin Glen Glenardi mengatakan, capaian ini cukup baik mengingat kondisi ekonomi makro saat ini berfluktuatif, ditandai oleh bergejolaknya nilai tukar dan juga kecenderungan peningkatan harga minyak. Hal ini tentunya akan memicu naiknya harga berbagai macam barang kebutuhan masyarakat dan juga berpengaruh kepada seluruh aspek kehidupan masyarakat.

Untuk net interest margin Bukopin tercatat naik menjadi 4,71% dalam semester pertama 2008 dari 4,42% untuk periode yang sama tahun lalu.

Total aset Bank Bukopin per 30 Juni 2008 meningkat 5,70% menjadi Rp 36.919 miliar Hal ini terutama disebabkan oleh pertumbuhan dana masyarakat yang mencapai Rp 30.974 miliar, atau tumbuh sebesar 4,05% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan sumber dana tersebut terutama berasal dari tabungan yang pada semester pertama 2008 mencapai Rp 3.273 miliar, atau tumbuh sebesar 34,91%.

Bank Bukopin mencatatkan rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 12,69% sedikit lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 15,31% sebagai konsekuensi dari ekspansi kredit yang dilakukan.

Sementara kemampuan penyaluran kredit atau loan to deposit ratio (LDR) mencapai 79,84% meningkat dari tahun sebelumnya sebesar 63,18%. Untuk Non Performing Loan (NPL) gross sebesar 2,99%, membaik dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 3,98%, yang masih dibawah batas maksimal Bank Indonesia sebesar 5%.

"Kami senantiasa menjaga stabilitas operasional dengan konsentrasi pada bisnis yang sudah ditekuni. Selain itu kegiatan operasional tidak pernah dilepaskan dari asas-asas kehati-hatian," ungkap Glen dalam siaran persnya, Kamis (31/7/2008).

(qom/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads