BI: Perubahan Iklim Ganggu Perekonomian

BI: Perubahan Iklim Ganggu Perekonomian

- detikFinance
Sabtu, 02 Agu 2008 14:32 WIB
BI: Perubahan Iklim Ganggu Perekonomian
Jakarta - Hasil studi dari Stern  tahun 2006 melaporkan bahwa Pendapatan Domestik Bruto (PDB) global dapat turun sampai 1% akibat iklim yang ekstrim. Hal buruk yang dapat terjadi adalah pendapatan per kapita dapat turun hingga 20%.

Untuk membahas isu perubahan iklim dan dampaknya bagi makro ekonomi, Bank Indonesia bersama dengan ADB, UNDP, GTZ, IMF, dan USAID menggelar seminar internasional 'Macroeconomic Impact of Climate Change: Opportunities and Challenges' di Nusa Dua, Bali yang berlangsung pada 1 hingga 2 Agustus 2008.   

"Perubahan iklim akibat pemanasan global mempengaruhi sisi permintaan dan penawaran barang dan jasa yang pada gilirannya membawa dampak terhadap perekonomian," kata Gubernur Bank Indonesia, Boediono, dalam pembukaan seminar seperti dilansir dari situs BI, Sabtu (2/8/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seminar yang diikuti oleh pimpinan bank sentral dari 5 negara, para duta besar, perwakilan instansi pemerintah terkait, perwakilan lembaga internasional, akademisi, analis institusi keuangan, perbankan, dan perwakilan lembaga penelitian ini, akan mencoba menguraikan peluang dan tantangan dari dampak perubahan iklim, serta strategi untuk beradaptasi terhadap perubahan iklim dan mitigasi pemanasan global. Lebih jauh, seminar juga akan mendiskusikan implikasi perubahan iklim tersebut terhadap kemiskinan dan upaya mengatasinya.

Dengan memperhatikan dampak perubahan iklim terhadap ekonomi, Bank Indonesia berharap berbagai pihak terkait dapat mengambil langkah-langkah terinterigrasi untuk menentukan strategi dalam membangun kesinambungan perekonomian.

"Melakukan semua persiapan ini dengan baik, bukan saja melengkapi kesiapan kita dalam mitigasi dampak perubahan iklim global, tetapi juga menginspirasi kita dalam membangun makroekonomi dan keuangan yang stabil," kata Boediono. (ir/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads