Bank sentral akan menaikkan BI Rate dari posisi saat ini karena inflasi Juli masih di atas 1% yakni 1,37%.
Deputi Gubernur Senior BI, Miranda S Goeltom mengatakan, inflasi pada bulan Juli memang sedikit lebih tinggi dari perkiraan BI. Karena harusnya dampak kenaikan BBM sudah hilang dan inflasi bisa ditekan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditanya soal peluang menaikkan BI Rate, Miranda menjawab, "Kita lihat lah besok, tapi tidak menutup kemungkinan, kita lihat saja ya".
Sementara Gubernur BI Boediono mengatakan, untuk inflasi ini memang masih ada faktor-faktor eksternal yang masih harus diwaspadai.
"Kita akan pantau terus setiap waktu, tapi intinya kita lihat sekarang ini proses pembalikannya belum datang, mestinya kan harus membalik pada bulan kedua setelah kenaikan BBM," katanya.
Boediono mengingatkan pentingnya kelancaran arus barang saat ini. Karena yang menjadi faktor pemicu inflasi di bulan Juli adalah faktor bahan makanan.
"Dari segi moneter kita juga mesti waspada, supaya dampaknya tidak terus berkepanjangan," tuturnya.
Meski dari Januari sampai Juli 2008 laju inflasi sudah 8,85%, Boediono mengatakan, BI masih sangat berkeyakinan inflasi bisa ditarik ke bawah. Khususnya pada 2009 laju inflasi akan kembali ke single digit.
"Untuk pembalikan inflasi memang bulan ini belum kelihatan, tapi untuk bulan depan saya rasa bisa. Kita lihat lagi," jelas Boediono. (ir/qom)











































