Demikian disampaikan oleh Dirut PNM Parman Nataatmadja dalam acara penandatanganan kerjasama asuransi pembiayaan antara Asei dengan PNM di Gedung Menara Kadin, Kuningan, Jakarta, Senin (4/8/2008).
"Suku bunga sekarang BPR dan BPRS 14% sampai 15% Insya Allah akan kita turunkan, tapi akan tergantung berapa risiko dalam kredit yang diberikan," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal yang sama pun disampaikan oleh Dirut Asei Zaafril Razief Amir, yang meminta agar PNM bisa lebih menurunkan sukubunga kreditnya menyusul kerjasama penjaminan kredit ini.
"Bagi PNM dengan kerjasama dengan Asei, bisa membuat PNM agresif lagi karena sebagian besar risikonya ditanggung Asei. Suku bunga nya kepada nasabahnya bisa diturunkan lagi karena sudah ditanggung risiko oleh Asei. UMKM bisa maju lah agar akses dengan pendaanan," pinta Zaafril.
Dari plafon pembiayaan yang disiapkan sebesar Rp 600 miliar untuk UMKM, PNM telah melakukan pembiayaan sebesar 70% dari total plafon pada semester 1 2008 mencakup 1.000 unit UMKM.
Dalam kerjasama ini, Asei akan menanggung risiko kredit macet atas pembiayaan yang disalurkan oleh PNM kepada nasabah.
Disepakati yang menjadi nasabah PNM diantaranya BPR, BPR syariah, Koperasi Simpan Pinjam (KSP) dan portofolio UMKM dan unit layanan modal mikro debitor. Asei akan menanggung risiko sebesar 75% dan sisanya 25% di tanggung PNM.
Kerjasama ini merupakan pelengkap bagi segmen dari skim pembiayaan dan penjaminan yang dilakukan pemerintah seperti Kredit usaha rakyat (KUR).
(hen/ddn)











































