Selain itu pemerintah akan juga mempertimbangkan holding perusahaan jasa keuangan selain holding bank yang sudah digodok terlebih dahulu.
Demikian disampaikan oleh Deputi Bidang Perbankan Menneg BUMN Parikesit Soeprapto dalam acara kerjasama PNM dan Asuransi Ekspor Indonesia (ASEI) di Menara Kadin, Jakarta, Senin (4/8/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk bentuknya, menurut Parikesit, bisa seperti universal banking. "Dalam holding asuransi ada beberapa grup, grup jiwa, asurani umum dan grup reasuransi. BUMN atau anak BUMN ada bisnis yang sama," jelasnya.
Akibatnya perusahaan-perusahaan asuransi dalam satu usaha akan berada di bawah payung yang sama. "Reasuransi ada Reindo dan yang lain anak perusahaannya, core business yang sama kita bikin dalam satu grup," ujarnya.
Menurut Parikesit untuk holding asuransi ini sudah dibahas dalam tahap awal terutama untuk reasuransi yang dibahas dalam tahap awal yang membutuhkan tambahan modal minimal Rp 1 triliun. "Nantinya reasuransu BUMN 1 anak BUMN-nya ada 2," katanya.
Ditargetkan holding asuransi ini bisa selesai pada 2010. Tujuan holding itu sendiri pertama, untuk mengurangi devisa yang keluar dan kedua agar bisa saling mengisi. (ir/qom)











































