Situasi di semester II-2008 akan cukup berat dengan laju inflasi yang meningkat dan juga tren kenaikan suku bunga BI rate, jadi akan ada peningkatan risiko.
"Karena itu margin bunga kita tipis. Tapi kita tetap maintain pertumbuhan kredit dengan membiayai proyek-proyek yang aman seperti PLTU karena aman dan dijamin pemerintah," ujar Direktur Keuangan Bukopin Tri Joko.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk kredit, Tri Joko juga mengatakan dengan tekanan ekonomi di semester II-2008 yang meningkat, perseroan akan menerapkan strategi dan pengelolaan risiko yang bagus. "Jadi kita tetap bisa pertahankan peran intermediasi kita," ujarnya.
Penyaluran KUR
Sementara itu, untuk penyaluran KUR (Kredit Usaha Rakyat), Bukopin menargetkan penyaluran KUR sebesar Rp 870 miliar sampai akhir 2008 ini. Hingga bulan Juni 2008 KUR yang sudah tersalurkan sebesar Rp 530 miliar.
"Sampai dengan Juni 2008, total penyaluran KUR kita sudah mencapai Rp 530 miliar dengan jumlah debitur sebanyak 1.800 debitur," kata Direktur UKM Bank Bukopin Sulistiyo Hadi.
Sulistiyo mengatakan untuk plafon KUR yang diberikan Bukopin berkisar Rp 10-500 juta, dengan tenor untuk kredit modal kerja 3 tahun dan untuk kredit investasi adalah 5 tahun.
"Suku bunganya maksimal 16%, tapi untuk yang plafonnya 5 juta ke bawah diperbolehkan sampai 24%," ujarnya.
Menjawab isu mengenai jaminan tambahan yang diminta bank peserta program KUR kepada nasabahnya, Sulistiyo mengatakan sampai saat ini jaminan dari KUR ini adalah bisnis atau proyek nasabah UKM bersangkutan.
"KUR kan dijamin 70% oleh pemerintah, jaminannya ya bisnisnya seperti dagangannya, artinya pendekatannya adalah kelayakan nasabah," ujarnya.
Dia menambahkan sampai dengan semester I-2008, porsi kredit UMKM perseroan secara keseluruhan adalah 55-65% dari outstanding kredit yang sebesar Rp 24 triliun. "Akhir 2007 outstanding kredit UMKM adalah Rp 11 triliun, sampai akhir 2008 bisa mencapai Rp 15 triliun," katanya.
(dnl/ddn)











































